{"id":4186,"date":"2026-04-13T04:52:33","date_gmt":"2026-04-12T21:52:33","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4186"},"modified":"2026-04-13T04:52:33","modified_gmt":"2026-04-12T21:52:33","slug":"karya-keselamatan-kristus-satu-satunya-dan-final","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4186","title":{"rendered":"Karya Keselamatan Kristus: Satu-satunya dan Final."},"content":{"rendered":"<p><strong>Ibrani 9:11-28<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">K<\/span>arya keselamatan Kristus, di mana sebagai Imam Besar Kristus membawa darah-Nya sendiri&#8211;yang dicurahkan dari hidup-Nya yang tanpa dosa&#8211;ke dalam Kemah Suci sorgawi adalah tuntas dan sempurna: (1) memuaskan tuntutan kekudusan dan keadilan Allah; (2) mentahirkan batin\/hati nurani manusia yang menjadi sumber dosa; (3) cukup sekali untuk segala dosa semua manusia sepanjang masa.<\/p>\n<p><!--more--><strong>Ayat 11-12<\/strong>. Karya Tuhan Yesus sebagai Imam Besar mengungguli pelayanan imam besar menurut hukum Taurat: (1) pelayanan Tuhan Yesus adalah di Kemah Suci sejati dan sempurna buatan Allah;; (2) Tuhan Yesus cukup melakukan persembahan korban itu satu kali saja untuk selamanya; (3) Tuhan Yesus membawa darah-Nya sendiri yang dicurahkan sebagai korban penebus dosa.<\/p>\n<p><strong>Ayat 13-14<\/strong>. Dalam imamat menurut Taurat, percikan darah dan abu binatang korban menguduskan dan menyucikan secara lahirian, maka darah Kristus yang meupakan korban yang tak bercacat akan mentahirkan dan menguduskan hati nurani dari dosa\/kejahatan. Binatang tidka bisa sempurna menjadi media, sebab manusialah yang berbuat dosa! Maka pengorbanan Manusia Yesus di kayu salib menjadi korban sempurna untuk mentahirkan dan menguduskan manusia.<\/p>\n<p><strong>Ayat 15-23<\/strong>. Penjelasan mengapa harus ada penumpahan darah untuk penebusan atau pengampunan dosa. Pengampunan dosa merupakan warisan; dan warisan itu hanya sah dan dapat diterima kalau pemberi warisan sudah mati. Karena itu, semua peralatan, petugas, dan perjanjian pada masa Musa disahkan dengan percikan darah, dengan disertai pernyataan: &#8220;<em>Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu<\/em>&#8221; (<strong>ayat 20<\/strong>)&#8211;tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan. Ini adalah prinsip kekudusan dan keadilan Tuhan.<\/p>\n<p><strong>Ayat 24-28<\/strong>. Tuhan Yesus sebagai Imam Besar mati sebagai Korban Penebus Dosa yang sempurna, sebab hidup-Nya tanpa cacat\/dosa; darah-Nya sendiri yang dicurahkan dan dibawa ke dalam Kemah Suci sorgawi untuk mentahirkan dan menguduskan manusia; untuk menghapuskan dosa manusia oleh korban-Nya. Korban penebusa dosa yang sempurna&#8211;yang memenuhi semua tuntutan kekudusan dan kedilan Allah: &#8220;<em>Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang<\/em>&#8221; (<strong>ayat 28<\/strong>).<\/p>\n<p><strong>Penerapan<\/strong>:<br \/>\nMeneruskan keyakinan bahwa karya keselamatan Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan manusia: hanya satu (tidak ada cara lain) dan final (tidak perlu diulang-ulang).<br \/>\nTidak bisa dipenuhi oleh siapapun dengan ritual dan perbuatan saleh apapun&#8211;hanya bisa diterima sebagai pemberian Allah bagi orang yang percaya.<\/p>\n<p>Views: 1<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibrani 9:11-28 arya keselamatan Kristus, di mana sebagai Imam Besar Kristus membawa darah-Nya sendiri&#8211;yang dicurahkan dari hidup-Nya yang tanpa dosa&#8211;ke dalam Kemah Suci sorgawi adalah tuntas dan sempurna: (1) memuaskan tuntutan kekudusan dan keadilan Allah; (2) mentahirkan batin\/hati nurani manusia &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=4186\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19,40,9],"tags":[],"class_list":["post-4186","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ibrani","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4186","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4186"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4186\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4187,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4186\/revisions\/4187"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4186"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4186"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4186"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}