{"id":3844,"date":"2025-09-30T04:49:44","date_gmt":"2025-09-29T21:49:44","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3844"},"modified":"2025-09-30T04:49:44","modified_gmt":"2025-09-29T21:49:44","slug":"pemimpin-yang-menodai-jemaat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3844","title":{"rendered":"Pemimpin yang Menodai Jemaat"},"content":{"rendered":"<p><strong>Yudas 1:11-16<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">O<\/span>rang-orang fasik itu selalu ada di sepanjang zaman. Menunjukkan bahwa konflik antara Tuhan dan Iblis itu akan selalu ada; menunjukkan bahwa perjuangan melawan dosa itu selelau ada. Termasuk juga di dalam jemaat atau gereja. Yudas memberikan ilustrasi-ilustrasi untuk menunjukkan fakta itu&#8211;untuk menyadarkan jemaat dan mengingatkan mereka akan kefasikan yang menyusup di antara umat Tuhan.<\/p>\n<p><!--more--><strong>Ayat 11<\/strong>. Yudas menyatakan bahwa perbuatan para penyusup itu seperti yang dilakukan Kain, Bileam, dan Korah. Dosa Kain: memberikan korban sesuka hatinya sendiri, iri dan benci sehingga membunuh adiknya. Dosa Bileam: demi bayaran, mengutuk umat Tuhan dan menjerat umat Tuhan untuk menyembah berhala. Dosa Korah: memberontak kepada kepemimpinan\/otoritas Tuhan kepada Musa dan Harun. Ada tiga ciri utama: iri dan kebencian, ketamakan mendorong menyesatan, dan pembetntakan kepada otoritas.<\/p>\n<p><strong>Ayat 12<\/strong>. Yudas memberikan ilustrasi hidup para penyusup ini: seperti noda yang mencemari perjamuan kasih. Mereka ada di antara jemaat, ikut di dalam perjamuan kasih (atau perjamuan kudus) jemaat&#8211;padahal hidup mereka fasik, sehingga kehadiran mereka telah mencemari kekudusan jemaat Tuhan. Kehadiran di dalma perjamuan kasih hanya untuk makan dengan lahap, tapi tidak punya nilai rohani sama sekali.<\/p>\n<p>Dalam kaitan esensi hidup di dalam Tuhan, Yudas mengupamakan mereka seperti awan yang tak berair, seperti pohon yang tidak berbuah, dan pohon yang tumbang seakar-akarnya sehingga mati. Para penyusup ini kelihatannya rohani, tetapi sebenarnya kosong secara rohani: tidak mengandung air yang bisa menyegarkan, tidak menghasilkan buah kehidupan. Bagian ini mengingatkan pada peristiwa Tuhan Yesus mendatangi pohon ara yang dari jauh kelihatan rimbun, tetapi tidak ada buahnya; maka Ia mengutuk pohon itu sehingga mati kering sampai ke akar-akarnya dan tumbang.<\/p>\n<p><strong>Ayat 13<\/strong>. Yudas juga mengupamakan mereka sebagai ombak yang ganas&#8211;yang banyak bergerak tetapi hanya menghasilkan buih\/busa. Tidak ada buah yang bisa dinikmati, hanya aib yang dihasilkan. Seperti bintang yang bergerak (shooting star; bintang jatuh) yang hanya sekejab terlihat sinarnya lalu hilang dalam kegelapan&#8211;tidak bisa menernagi, tidak bisa menunjukkan arah. Mereka tidak memberikan arah kebenaran kepada orang yang mengikuti ajaran mereka.<\/p>\n<p><strong>Ayat 14-16<\/strong>. Yudas mengutip nubuat Henokh: bahwa Tuhan datang dengan beribu-ribu umat kudus-Na hendak menghakimi semua orang dan menghukum orang fasik karena dosa mereka. Yudas menyatakanbahwa para penyusup itu masuk dalam golongan orang fasik yang akan dihukum oleh Tuhan. Orang-orang itu punya ciri: penggerutu dan pengeluh, hidup menuruti hawa nafsu, mengajarkan omong kosong dan kesesatan, menjilat orang demi mendapat keuntungan.<\/p>\n<p><strong>Penerapan:<\/strong><br \/>\n(1) Mengakui bahwa saya sendiri pernah menjadi contoh orang fasik yang menyusup di antara umat Tuhan&#8211;hidup yang munafik, melakukan kecemaran, tapi mendapat tempat sebagai pemimpin dan untuk mengajar. Bersyukur kepada Tuhan, karena oleh kasih-Nya semua itu dibongkar dan dihentikan&#8211;untuk kebaikan jemaat dan untuk keselamatan saya.<br \/>\n(2) Mendoakan para pemimpin jemaat di gereja dan perlayanan, agar mereka dijagai dan dipelihara imannya oleh Tuhan, sehingga tetap setia sebagai pemimpin yang kudus dan benar.<\/p>\n<p>Views: 903<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yudas 1:11-16 rang-orang fasik itu selalu ada di sepanjang zaman. Menunjukkan bahwa konflik antara Tuhan dan Iblis itu akan selalu ada; menunjukkan bahwa perjuangan melawan dosa itu selelau ada. Termasuk juga di dalam jemaat atau gereja. Yudas memberikan ilustrasi-ilustrasi untuk &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3844\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[40,9,58],"tags":[],"class_list":["post-3844","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh","category-yudas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3844","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3844"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3844\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3845,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3844\/revisions\/3845"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3844"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}