{"id":3759,"date":"2025-08-20T08:12:36","date_gmt":"2025-08-20T01:12:36","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3759"},"modified":"2025-08-20T08:12:36","modified_gmt":"2025-08-20T01:12:36","slug":"waspada-terhadap-kesombongan-dan-keyakinan-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3759","title":{"rendered":"Waspada terhadap Kesombongan dan Keyakinan Diri"},"content":{"rendered":"<p><strong>Yakobus 4:13-17<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">T<\/span>uhan, melalui Yakobus, menyoroti dosa kesombongan yang ada di dalam jemaat. Ada dua kata yang digunakan: memegahkan diri (<em>boasting: auchen, bragging<\/em>, omong besar dengan penuh keyakinan\/kepastian akan kemampuan, merayakan\/memamerkan) dan congkak (<em>arrogance: alazoneia, self-confidence, pride<\/em>)&#8211;<strong>ayat 16<\/strong>. Arogansi adalah sikap hati yang merasa kuat, memegahkan diri adalah ekspresi dalam kata-kata dan sikap.<\/p>\n<p><!--more--><strong>Pertama<\/strong>, Yakobus menunjukkan perilaku sombong yang dilakukan oleh beberapa orang (<strong>ayat 13<\/strong>). Mereka dengan yakin membuat rencana ini dan itu, dan sangat yakin bahwa rencananya akan berhasil dan akan mendatangkan keuntungan baginya. Strategic planning, proyeksi, perhitungan\/kalkulasi bisa menjebak orang menjadi sombong dan yakin diri.<\/p>\n<p><strong>Kedua<\/strong>, Yakobus menyatakan bahwa sikap keyakinan diri seperti itu adalah konyol atau bodoh, sebab tidak ada satu orangpun yang bisa tahu (bukan memperkirakan) apa yang akan terjadi besok (<strong>ayat 14<\/strong>). Yakobus juga menyatakan bahwa hidup seseorang itu sangat rapuh (<em>fragile<\/em>) seperti uap, yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap (<strong>ayat 14<\/strong>). Jadi, berdasar dua fakta itu, seharusnya orang tidak bisa yakin bahwa kalkulasi atau rencananya akan berjalan.<\/p>\n<p><strong>Ketiga<\/strong>, Yakobus menegaskan bahwa sikap yakin diri yang didasari hati yang arogan itu adalah dosa di hadapan Tuhan: &#8220;<em>&#8230; semua kemegahan yang demikian adalah salah. <\/em><br \/>\n<em>Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.<\/em>&#8221; (<strong>ayat 16-17<\/strong>). Kesombongan adalah dosa yang punya impack besar, bahkan dikatakan bahwa kesombongan adalah salah satu dari sikap yang dibenci dan merupakan kekejian bagi Tuhan (<strong>Ams. 6:17<\/strong>).<\/p>\n<p><strong>Keempat<\/strong>, Yakobus mengajarkan bagaimana seorang percaya harus bersikap dalam kaitan rencana masa depan, agar dia tidak jatuh dalam dosa kesombongan, yaitu: mengandalkan perkenan Tuhan, dan bukan rencana atau perhitungannya sendiri. Uangkapan yang dipakai adalah: &#8220;<em>Jika Tuhan menghendakinya&#8230;<\/em>&#8221; (<strong>ayat 15<\/strong>). Ini cerminan sikap pengakuan bahwa bukan rencana\/kalkulasinya, melainkan Tuhan yang menjadi Penentu, Tuhan yang menjadi Sumber Keberhasilan; tetapi juga pengakuan bahwa kehendak Tuhan yang akan terjadi, bukan kehendak\/keinginan manusia.<\/p>\n<p>Dengan demikian: <strong>Pertama<\/strong>, seorang percaya tidak akan mengandalkan rencananya sendiri, tetapi ia akan datang kepada Tuhan, memohon perkenan Tuhan untuk menyatakan kehendak-Nya, dan menyesuaikan rencananya dengan kehendak Tuhan&#8211;itu jaminan keberhasilan. <strong>Kedua<\/strong>, membawa semua rencananya di dalam doa, memohon pertolongan dan kemurahan Tuhan agar memberkati dan membuatnya berhasil.<\/p>\n<p><strong>Penerapan:<\/strong><br \/>\n(1) Saya mengakui bahwa saya mengandalkan pikiran\/kalkulasi\/rencana saya dalam berbagai hal; dan menyatakan keyakinan diri saya kepada orang lain bahwa rencana itu bagus dan pasti akan berhasil. Saya mengakui itu sebagai dosa kesombongan.<br \/>\n(2) Belajar untuk mencari pimpinan Tuhan dalam membuat rencana, mendoakan rencana itu agar diberkati dan dibuat berhasil oleh Tuhan.<\/p>\n<p>Views: 69<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yakobus 4:13-17 uhan, melalui Yakobus, menyoroti dosa kesombongan yang ada di dalam jemaat. Ada dua kata yang digunakan: memegahkan diri (boasting: auchen, bragging, omong besar dengan penuh keyakinan\/kepastian akan kemampuan, merayakan\/memamerkan) dan congkak (arrogance: alazoneia, self-confidence, pride)&#8211;ayat 16. Arogansi adalah &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3759\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[40,9,36],"tags":[],"class_list":["post-3759","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh","category-yakobus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3759","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3759"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3759\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3760,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3759\/revisions\/3760"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3759"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3759"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3759"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}