{"id":3608,"date":"2025-06-24T07:04:53","date_gmt":"2025-06-24T00:04:53","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3608"},"modified":"2025-06-24T07:05:48","modified_gmt":"2025-06-24T00:05:48","slug":"model-kepemimpinan-illahi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3608","title":{"rendered":"Model Kepemimpinan Illahi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Ezra 5:1-2<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">K<\/span>ebanyakan konsep dan praktik kepemimpinan menitik beratkan kepada perkara yang sekuler: yang terkait dengan bagaimana bisa mengelola dengan baik untuk mencapai tujuan. tetapi tidak dikaitkan dengan perkara rohani&#8211;relasi antara manusia dan komunitas dengan Tuhan. Kepemimpinan dunia fokus kepada: motif, karakter, kekuasaan, dan komperenti dalam menjalankan\/mengelola organisasi\/komunitas. Tidak memberi tempat pada relasi atau ibadah dengan Tuhan maupun orientasi kepada kehendak\/rencana Tuhan.<\/p>\n<p><!--more-->Ada dua orang nabi, yaitu Hagai dan Zakharia (nubuatan mereka dicatat dalam kitab suci), yang bernubuat terhadap orang-orag Yahudi yang tinggal di Yerusalem dalam nama TUHAN, Allah Israel yang menyertai mereka (<strong>ayat 1<\/strong>). Nubuat dari kedua nabi itu memberi dorongan dan kekuatan bagi orang-orang Yahudi untuk mengerjakan pembangunan Bait Allah. Sekalipuin sudah ada janji TUHAN, dilengkapi dengan ijin dan dukungan pemerintah, namun umat TUHAN tetap membutuhkan peryataan-pernyataan dari TUHAN supaya menolong tetap tekun dan tidak menjadi lemah dalam mengerjakan pekerjaan TUHAN.<\/p>\n<p>Ada tiga unsur kepemimpinan yang terlibat di dalam pembangunan Bait Allah, yaitu Zerubabel (pemimpin politik\/bangsa, raja), Yesua (imam besar, pemimpin agama), dan Hagai dan Zakharia (nabi-nabi Allah)&#8211;<strong>ayat 2<\/strong>. Tiga aspek kepemimpinan Illahi menurut desain TUHANbagi umat-Nya: raja, imam, dan nabi. Selama Perjanjian Lama ketiga peran dan fungsi itu dilakukan oleh individu atau jabatan yang terpisah. Di dalam Tuhan Yesus, ketiganya melebur di dalam Satu Pribadi: (1) Sebagai Raja, Tuhan Yesus disembah dan ditaati; (2) sebagai Imam, Tuhan Yesus menjadi perantara relasi manusia dengan Allah; (3) sebagai Nabi, Tuhan Yesus menyatakan firman dan kehendak Allah.<\/p>\n<p>Dalam konteks keluarga orang percaya, peran dan fungsi kepemimpinan diberikan kepada suami\/ayah sebagai kepala keluarga (seperti Tuhan Yesus sebagai kepala Gereja). Kepala keluarga harus menjalankan tiga fungsi itu: (1) pemerintahan dan otoritas mengambil keputusan dan mengarahkan jalan hidup keluarga; (2) keimaman, memimpin keluarga beribadah kepada Tuhan, menjadi pendoa bagi keluarganya; (3) kenabian, mengajarkan kebenaran firman Tuhan dan mencari kehendak\/pernyataan dari Tuhan untuk keluarganya.<\/p>\n<p><strong>Penerapan<\/strong>:<br \/>\n(1) Mengakui bahwa saya tidak hidup sebagai pemimpin menurut desain Illahi; terutama di rumah, di mana ketiga fungsi itu tidak saya lakukan. Kalau di kampus, hanya fungsi sebagai pemerintah saja yang saya lakukan, tetapi dua fungsi yang lainnya tidak saya lakukan.<br \/>\n(2) Berdoa meminta Tuhan menolong saya untuk bisa menjalankan ketiga fungsi itu, sehingga saya hidup sebagai pemimpin keluarga dan lembaga yang sesuai dengan kehendak Tuhan.<br \/>\n(3) Langkah praktis: menyediakan waktu untuk berdoa bagi keluarga dan lembaga yang dipimpin&#8211;menjalankan fungsi imam dan nabi.<\/p>\n<p>Views: 54<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ezra 5:1-2 ebanyakan konsep dan praktik kepemimpinan menitik beratkan kepada perkara yang sekuler: yang terkait dengan bagaimana bisa mengelola dengan baik untuk mencapai tujuan. tetapi tidak dikaitkan dengan perkara rohani&#8211;relasi antara manusia dan komunitas dengan Tuhan. Kepemimpinan dunia fokus kepada: &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3608\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[54,39,9],"tags":[],"class_list":["post-3608","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ezra","category-perjanjian-lama","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3608","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3608"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3608\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3609,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3608\/revisions\/3609"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3608"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3608"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3608"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}