{"id":3603,"date":"2025-06-22T08:42:54","date_gmt":"2025-06-22T01:42:54","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3603"},"modified":"2025-06-23T05:07:43","modified_gmt":"2025-06-22T22:07:43","slug":"waspada-untuk-bekerja-dengan-orang-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3603","title":{"rendered":"Waspada untuk Bekerja dengan Orang Lain"},"content":{"rendered":"<p><strong>Ezra 4:1-5<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">P<\/span>enduduk negeri, yaitu mereka yang tinggal di tanah perjanjian ketika umat TUHAN dibuang ditambah orang-orang yang didatangkan oleh orang Asyur. Penduduk yang dulu bagian dari kerajaan Samaria telah bercampur dengan bangsa-bangsa lain. Mereka adalah orang-orang di luar suku Yehuda dan Benyamin. Mereka menyatakan bahwa mereka menyembah Allah Israel dan selalu mempersembahkan korban kepada-Nya (<strong>ayat 1-2<\/strong>).<\/p>\n<p><!--more-->Ketika mereka tahu bahwa umat TUHAN yang pulang dari pembunagan itu hendak membangun kembali Bait Allah, mereka mendekati para pemimpin umat TUHAN agar dilibatkan untuk turut membangun bersama-sama. Alasan yang mereka gunakan: mereka juga menyembah Allah Israel, dan mereka selalu mempersembahkan korban kepada-Nya sejak zaman raja Asyur memindahkan mereka ke Tanah Kanaan (<strong>ayat 2<\/strong>)&#8211;berarti ini bukan orang Israel, melainkan bangsa-bangsa lain yang didatangkan ke sana.<\/p>\n<p>Para pemimpin umat TUHAN menolak permintaan mereka dengan alasan: (1) kedua komunitas itu tidak sama, pembangunan Bait Allah bukan urusan bersama, tapi urusan umat TUHAN, sebab TUHAN bukanlah allah dari bangsa-bangsa itu; (2) raja Koresh telah memerintahkan umat TUHAN untuk membangun Bait Allah kembali, sehingga mereka tidak perlu melibatkan bangsa lain untuk pekerjaan itu (<strong>ayat 3<\/strong>).<\/p>\n<p>Karena ditolak untuk turut ambil bagian dalam pekerjaan pembangunan Bait Allah, maka penduduk negeri itu melakukan upaya untuk melemahkan semangat umat TUHAN dan membuat mereka takut atau menakut-nakuti (mengintimidasi), dan menyogok pejabat kerajaan untuk menggagalkan pekerjaan itu&#8211;<strong>ayat 4-5<\/strong>. Ini menjadi indikator bahwa motif mereka tidak murni dan niat mereka tidak baik&#8211;ketika ditolak, mereka berusaha untuk merusak.<\/p>\n<p>Tidak semua pihak yang menawarkan bantuan untuk melakukan pekerjaan Tuhan itu harus diterima. <strong>Pertama<\/strong>, karena kemungkinan tawaran itu tidak didasari atas motif yang murni dan sama dengan tujuan pekerjaan Tuhan. Motif mendapat keuntungan, mendapat akses kekuasaan, dan motif-motif lain yang bisa merusak kemurnian pekerjaan Tuhan.<\/p>\n<p><strong>Kedua,<\/strong> ideologi, cara berpikir, cara bekerja, metode, dan etika dalam bekerja bisa jadi berbeda bahkan bertentangan, sehingga akan menimbulkan konflik di dalam proses pekerjaan Tuhan. Paulus menekankan kebutuhan untuk &#8220;<em>sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan<\/em>&#8221; (<strong>Fil. 2:2<\/strong>) dalam hidup umat TUHAN. Keterlibatan kelompok lain yang berbeda akan menimbulkan konflik.<\/p>\n<p><strong>Penerapan:<\/strong><br \/>\nJangan mengharap atau mengandalkan bantuan orang\/pihak lain. Percayalah kepada Tuhan, bahwa Ia sanggup memenuhi semua kebutuhan pekerjaan itu menggunakan sumber berkat-Nya dan sumber hikmat-Nya. Memurnikan cara berpikir tim yang bekerja dari pengaruh dunia, mengerjakan dengan metode dan cara yang Tuhan tetapkan, menggantungkan pemenuhan kebutuhan kepada Tuhan.<\/p>\n<p>Views: 55<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ezra 4:1-5 enduduk negeri, yaitu mereka yang tinggal di tanah perjanjian ketika umat TUHAN dibuang ditambah orang-orang yang didatangkan oleh orang Asyur. Penduduk yang dulu bagian dari kerajaan Samaria telah bercampur dengan bangsa-bangsa lain. Mereka adalah orang-orang di luar suku &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3603\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[53,39,9],"tags":[],"class_list":["post-3603","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ester","category-perjanjian-lama","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3603","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3603"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3603\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3605,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3603\/revisions\/3605"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3603"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3603"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3603"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}