{"id":3505,"date":"2025-05-12T07:37:05","date_gmt":"2025-05-12T00:37:05","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3505"},"modified":"2025-05-13T06:27:45","modified_gmt":"2025-05-12T23:27:45","slug":"3505","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3505","title":{"rendered":"Upaya Manusia dan Kemurahan Hati TUHAN"},"content":{"rendered":"<p><strong>Rut 2:1-3<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">P<\/span>asal 1 merupakan backround, untuk memberi konteks pada kisah utama yang dialami Naomi dan Rut. Latar belakang bagaimana kedua perempuan yang sudah merasa tidak punya apa-apa itu&#8211;termasuk harapan masa depan akan mengalami kemurahan TUHAN. Pasal 1 buku ini berisi rentetan kemalangan: kelaparan, pindah ke tanah asing, ditinggalkan orang-orang tercinta, dan kehilangan ada masa depan karena tidak ada keturunan. Tapi, sama-sama tidak ada pengharapan (dalam pikiran Naomi), lebih baik hidup tanpa harapan di Tanah Perjanjian.<\/p>\n<p><!--more-->Karena di Tanah Perjanjian itu ada TUHAN yang telah mengikat perjanjian dengan umat-Nya untuk memelihara hidup mereka&#8211;sekalipun TUHAN tahu bahwa umat-Nya akan menista Dia dan mereka akan mengingkari perjanjian-Nya, namun TUHAN tetap setia; untuk menunjukkan bahwa Dialah TUHAN, Allah yang sejati (<strong>Ula. 8:7-10<\/strong>). Seburuk apapun keadaanmu, sesuram apapun prospek di depanmu&#8211;tetaplah di dalam TUHAN, itulah tempat teraman bagimu.<\/p>\n<p>Naomi dan Rut sampai ke Betlehem pada awal masa menuai jelai (<strong>Rut. 1:22<\/strong>). Rut, perempuan Moab itu&#8211;sukunya disebutkan untuk kembali mengingatkan bahwa ia bukan umat TUHAN&#8211;berinisiatif untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan mertuanya, Rut minta ijin Naomi untuk &#8220;<em>pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku<\/em>&#8221; (<strong>ayat 2<\/strong>). Agaknya Rut mengenal praktik panen di Israel, di mana TUHAN memerintahkan agar ada sisa yang tertinggal bisa diambil oleh orang miskin dan orang asing (<strong>Ima. 19:9-10<\/strong>).<\/p>\n<p>TUHAN yang penuh kemurahan memberikan berkat atas pertanian umat-Nya, sehingga mereka bisa panen; dan TUHAN memerintahkan agar umat-Nya juga berlaku murah hati kepada orang yang lebih tidak beruntung (orang miskin dan orang asing), dengan cara mengijinkan mereka memungut sisa-sisa bulir (remah-reman) yang terjatuh. Rut tidak berdiam diri menunggu belas kasihan itu datang, tetapi ia pergi dan bekerja&#8211;sekalipun ia juga sangat sadar bahwa upayanya ini tergantung kepada kemurahan orang lain. Keseimbangan antara bergantung pada kemurahan Tuhan dan kepada usaha\/kerja keras.<\/p>\n<p>Maka pergilah Rut&#8211;ia tidak kenal siapa-siapa sebab ia orang asing. Ia tidak tahu ladang ini milik siapa. Ia hanya mengandalkan belas kasihan orang. Mungkin itu adalah ladang pertama yang dijumpainya, di mana orang-orang sedang menyabit jelai. Kemungkinan untuk ditolak pasti ada: karena orang tidak mengenal dia. Tetapi, kemurahan TUHAN menyertainya&#8211;TUHAN yang Mahamurah, yang menjadi Bapa bagi anak yatim, orang miskin, dan orang asing&#8211;tidak membiarkan niat baik dan usahanya sia-sia: ia sampai di ladang yang memberi ijin untuk ikut memungut jelai.<\/p>\n<p>Tanpa diketahuinya, tanpa direncanakan, di dalam pikiran Rut hanya berisi ia harus bekerja&#8211;pekerjaan apapun juga, termasuk pekerjana yang paling rendah bagi orang miskin dan orang asing&#8211;untuk menghidupi ibu mertuanya dan dirinya sendiri, &#8220;<em>kebetulan ia berada di ladang milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh<\/em>&#8221; (<strong>ayat 3<\/strong>), yang pada ayat 1 dicatat bahwa Boas seorang yang kaya raya. Rut melangkahkan kaki, TUHAN yang mengarahkannya ke tempat yang tepat&#8211;tanpa Rut sendiri menyadarinya. Lakukan apa yang benar, apa yang harus dikerjakan&#8211;Tuhan akan mengarahkan dan mempimpin&#8211;dengan cara &#8220;kebetulan&#8221; ke tempat dan orang yang tepat.<\/p>\n<p><strong>Penerapan:<\/strong><br \/>\n(1) Memuji Tuhan yang Mahamurah &#8220;<em>yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar<\/em>.&#8221; (<strong>Mat. 5:45<\/strong>).<br \/>\n(2) Berdoa meminta hati saya juga dipenuhi kemurahan dan belas kasihan kepada orang lain&#8211;sebab Tuhan sudah lebih dahulu mencurahkan belas kasihan dan kemurahan yang sangat besar atas hidup saya.<br \/>\n(3) Melakukan yang harus dilakukan&#8211;karena ketaatan dan pengertian akan tanggung jawab&#8211;dan menyerahkan kepada Tuhan kelanjutannya dan keberhasilannya, dengan keyakinan dan percaya bahwa Tuhan itu Allah yang Mahamurah dan penuh belas kasihan.<\/p>\n<p>Views: 104<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rut 2:1-3 asal 1 merupakan backround, untuk memberi konteks pada kisah utama yang dialami Naomi dan Rut. Latar belakang bagaimana kedua perempuan yang sudah merasa tidak punya apa-apa itu&#8211;termasuk harapan masa depan akan mengalami kemurahan TUHAN. Pasal 1 buku ini &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3505\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39,52,9],"tags":[],"class_list":["post-3505","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-perjanjian-lama","category-rut","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3505"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3505\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3507,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3505\/revisions\/3507"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}