{"id":3243,"date":"2025-02-28T08:53:16","date_gmt":"2025-02-28T01:53:16","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3243"},"modified":"2025-02-28T08:53:16","modified_gmt":"2025-02-28T01:53:16","slug":"paskah-terakhir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3243","title":{"rendered":"Paskah Terakhir"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lukas 23:44-49<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">K<\/span>egelapan selama 3 jam, dari jam 12 siang sampai jam 3 sore. Kegelapan itu menutupi seluruh daerah itu, sebab matahari tidak bersinar. Di dalam kegelapan selama 3 jam inilah kerya keselamatan Allah melalui persembahan Anak-Nya sebagai korban penebusan dosa terjadi dan digenapi. Ini adalah waktu yang paling gelap bagi Tuhan Yesus, tetapi sebaliknya waktu yang menyingkapkan terang keselamatan bagi manusia.<\/p>\n<p><!--more-->Pada waktu kegelapan itu, dua injil mencatat bahwa Tuhan Yesus berseru&#8211;ini seruan yang mewakili Diri-Nya sendiri, bukan seruan untuk mendoakan atau memberkati orang lain. &#8220;<em>Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?<\/em>&#8221; (<strong>Mat. 27:45-46; Mar. 15:33-34<\/strong>). Allah Bapa tidak pernah meninggalkan Anak-Nya; tetapi di dalam kegelapan itu, seluruh dosa ditimpakan kepada Anak Manusia, Ia yang tanpa dosa pada hari itu menjadi berdosa!<\/p>\n<p>&#8220;<em>Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah<\/em>.&#8221; (<strong>2 Kor. 5:21<\/strong>). Allah Bapa yang Mahakudus tidak bisa melihat dosa&#8211;karena itu, ketika Anak Manusia dibuat menjadi dosa, di mana seluruh dosa manusia di masa lalu, pada saat itu, dan di msa depan dilekatkan di dalam Diri-Nya, maka Allah Bapa berpaling dari Anak-Nya, bahkan meninggalkan Dia!<\/p>\n<p>Ada paralelisme antara Paskah pertama di Mesir dan Paskah &#8220;Terakhir&#8221; di Golgota. Menjelang Paskah pertama di Mesir, ada kegelapan selama 3 hari mendahului (<strong>Kel. 10:21<\/strong>). Di dalam kegelapan itu, Musa bertemu untuk terakhir kali dengan Firaun, memberi kesempatan kepada Firaun untuk bertobat&#8211;tetapi Firaun tetap keras hati. Maka pada dalma kegelapan tengah malam, murka terbesar TUHAN datang, membunuh semua anak sulung Mesir&#8211;tetapi menyelamatkan umat Israel dari maut, dengan simbol darah anak domba yang dioleskan di ambang pintu (<strong>Kel 12:12-13<\/strong>).<\/p>\n<p>Pada Paskah Terakhir&#8211;<em>The Real Passover<\/em>, terjadi kegelapan selama 3 jam menjelang kematian Anak Domba Allah! Di dalam kegelapan itu, Allah Bapa membunuh Anak Sulung-Nya sendiri. Di Paskah Pertama, seekor anak domba dibunuh untuk mengganti anak sulung orang Israel; di Paskah Terakhir ini Anak Domba Allah dibunuh untuk mengganti nyawa seluruh umat manusia!<\/p>\n<p>Dan karya keselamatan Allah benar-benar tergenapi, karena ada tanda Tabir Bait Allah&#8211;yang menjadi pembatas Ruang Maha Kudus terbelah\/terkoyak paksa menjadi 2 dari atas sampai ke lantai. Tidak ada lagi Ruang Maha Kudus secara fisik&#8211;persembahan Anak Domba Allah di Golgota telah memenuhi semua tuntutan hukum Allah! Sehingga ritual perngorbanan hewan sudah tidak lagi berlaku dan diperlukan&#8211;sekarang, keselamatan dan pengampunan dosa hanya diberikan melalui Darah Anak Domba Allah yang dikorbankan sekali untuk segala dosa manusia (<strong>1 Pet. 3:18<\/strong>). Tuhan Yesus berseru &#8220;<em>Sudah selesai!<\/em>&#8221; (<strong>Yoh. 19:30<\/strong>)&#8211;<em>teleo: complete, execute, conclude, discharge (a debt)<\/em>. Pekerjaan penebusan sudah selesai, sudah sempurna digenapi!<\/p>\n<p>Kemudan, Ia menyerahkan nyawa-Nya ke dalam tangan Bapa-Nya. &#8220;<em>Ya Bapa, ke alam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku<\/em>&#8221; (<strong>ayat 46<\/strong>). Kalimat ini sebenarnya merupakan doa menjelang tidur yang biasanya diucapkan oleh anak-anak Yahudi, mengutip dari Maz. 31:5); betapa indahnya! Anak Allah, setelah menggenapi rencana Bapa-Nya, mejadi Korban Penebus Dosa manusia, sekarang dengan yakin, dengan damai, dengan &#8220;lega&#8221; menyerahkan nyawa-Nya ke dalam tangan Bapa-Nya. Ia sudah tidak lagi berdosa, Bapa-Nya sudah bisa menerima Dia kembali, karena pekerjaan penebusan-Nya telah selesai.<\/p>\n<p><strong>Penerapan:<\/strong><br \/>\nTerpujilah Tuhan yang telah menyelesaikan karya keselamatan bagi manusia melalui pengorbanan Anak-Nya di kayu salib. Terpujilah Tuhan, karena sekarang manusia memperoleh jalan untuk datang, memperoleh pengampunan dosa dan keselamatan! Hanya di dalam Tuhan Yesus&#8211;tidak ada jalan yang lain. Terpujilah Tuhan yang daam kedaulatannya memutuskan untuk memberikan anugerah kepada saya dan keluarga saya, sehingga kami bisa mendengar Injil dan percaya kepada Tuhan Yesus!<\/p>\n<p>Views: 83<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lukas 23:44-49 egelapan selama 3 jam, dari jam 12 siang sampai jam 3 sore. Kegelapan itu menutupi seluruh daerah itu, sebab matahari tidak bersinar. Di dalam kegelapan selama 3 jam inilah kerya keselamatan Allah melalui persembahan Anak-Nya sebagai korban penebusan &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3243\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,40,9],"tags":[],"class_list":["post-3243","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lukas","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3243","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3243"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3243\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3244,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3243\/revisions\/3244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3243"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3243"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3243"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}