{"id":3208,"date":"2025-02-10T06:05:00","date_gmt":"2025-02-09T23:05:00","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3208"},"modified":"2025-02-10T06:05:00","modified_gmt":"2025-02-09T23:05:00","slug":"hamba-di-dunia-pemimpin-di-sorga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3208","title":{"rendered":"Hamba di Dunia, Pemimpin di Sorga"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lukas 22:24-30<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">S<\/span>ulit untuk bisa memahami cara berpikir dan isi hati para murid ini. Baru saja Tuhan Yesus mengatakan bahwa salah satu di antara mereka akan berkhinat&#8211;dan mereka mulai mempersoalkan (<em>suzeteo: investigate jointly, discuss<\/em>) siapa yang akan melakukannya (<strong>ayat 23<\/strong>), sekarang mereka bertengkar tentang siapa di antara mereka yang dianggap paling besar (<em>meizon<\/em>: tertua dalam pengertian sebagai pemimpin, terkemuka, layak memimpin yang lain)&#8211;<strong>ayat 24<\/strong>. Apakah ini cara berpikir yang normal atau manusiawi?<\/p>\n<p><!--more-->Satu hal yang jelas: ini menunjukkan bahwa fokus perhatian pra murid adalah kepada diri sendiri: &#8220;Bukan aku yang akan menyerahkan Yesus&#8221;, &#8220;Akulah yang lebih layak untuk menjadi pemimpin dibanding orang lain&#8221;. Manusia tidak pernah berubah&#8211;sifat manusia berdosa tidak pernah berubah, Sekarangpun&#8211;terutama di masa pergantian kepemimpinan&#8211;sifat itu terus muncul: &#8220;Siapa yang berkhianat? Siapa yang menyeberang? Siapa yang licik dan berkonspirasi?&#8221; dan &#8220;Si A atau Si B itu memenuhi syarat dan layak&#8221; atau &#8220;Aku lebih layak dipilih daripada semua orang&#8221;. Ujungnya: rasa bangga kalau dipilih, kemarahan dan sakit hati ketika tidak dipilih!<\/p>\n<p>Tuhan Yesus mengajar murid-murid untuk mengubah cara berpikri merka dari duniawi menjadi berpikir dengan tata nilai Illahi. <strong>Pertama<\/strong>, Tuhan Yesus mengkonfirmasi bahwa cara berpikir itu adalah cara berpikir duniawi: (1) siapa yang paling hebat\/juar, dia yang layak menjadi pemimpin; (2) pemimpin dunia akan memerintah&#8211;memakai kekuasan untuk menyuruh\/memerintah orang lain melakukan sesuai kehendaknya (<strong>ayat 25<\/strong>).<\/p>\n<p><strong>Kedua<\/strong>, Tuhan Yesus mengatakan bahwa tata nilai Kerajaan Allah itu berbeda bahkan bertentangan dengan tata nilai dunia: &#8220;<em>Tetapi kamu tidak demikian<\/em>&#8221; (<strong>ayat 26<\/strong>). Dalam Kerajaan Allah: siapa yang terbesar\/terkuat\/terlayak hendaklah menjadi sebagai yang termuda (kebalikan dari tetua\/<em>elders<\/em>), dan siapa yang menjadi memimpin hendaklah bersikap sebagai pelayan (<strong>ayat 26<\/strong>).<\/p>\n<p>Tuhan Yesus memberikan contoh tindakan yang baru saja dilakukannya kepada murid-murid dalam makan malam itu. Dalam tata nilai dunia, orang yang duduk makan itu lebih besar daripada pelayan, tetapi malam itu Tuhan Yesus bertindak sebagai pelayan mereka&#8211;membasuh kaki murid satu persatu (<strong>Yoh. 13:4-5<\/strong>). Tuhan Yesus, yang adalah Guru mereka dan Sang Mesias, merendahkan Diri untuk melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan hamba\/pembantu rumah tangga.<\/p>\n<p><strong>Ketiga<\/strong>, Tuhan Yesus menyatakan bahwa di dunia ini mereka harus merendahkan diri sebagai pelayan&#8211;sama seperti Tuhan Yesus; dan nanti di Kerajaan Allah mereka akan ditinggikan&#8211;mereka akan diberi hak-hak dalam Kerajaan Allah, mereka akan makan dan minum semeja dengan Tuhan Yesus di dalam Kerajaan-Nya, dan mereka akan duduk di atas takhta untuk menghakimi 12 suku Israel (<strong>ayat 28-30<\/strong>). Posisi kemuliaan itu akan diberikan&#8211;nanti di Kerajaan Sorga. Tapi sekarang, di dunia ini, para murid harus menjadi hamba bagi orang lain.<\/p>\n<p><strong>Penerapan:<\/strong><br \/>\n(1) Meminta hati seorang hamba, yang rela merendahkan diri dan melayani orang lain<br \/>\n(2) Berlaku ramah dan helpful kepada mahasiswa dan semua orang yang ditemui setiap hari&#8211;di rumah, di kampus, dan di tempat yang lain.<\/p>\n<p>Views: 60<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lukas 22:24-30 ulit untuk bisa memahami cara berpikir dan isi hati para murid ini. Baru saja Tuhan Yesus mengatakan bahwa salah satu di antara mereka akan berkhinat&#8211;dan mereka mulai mempersoalkan (suzeteo: investigate jointly, discuss) siapa yang akan melakukannya (ayat 23), &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3208\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,40,9],"tags":[],"class_list":["post-3208","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lukas","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3208","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3208"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3208\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3209,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3208\/revisions\/3209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3208"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3208"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3208"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}