{"id":3154,"date":"2025-01-18T17:55:10","date_gmt":"2025-01-18T10:55:10","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3154"},"modified":"2025-01-18T17:55:10","modified_gmt":"2025-01-18T10:55:10","slug":"tunduk-dan-melayani-raja-yang-penuh-anugerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3154","title":{"rendered":"Tunduk dan Melayani Raja Yang Penuh Anugerah"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lukas 19:11-27<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">D<\/span>alam catatan Lukas, perumpamaan tentang talenta disampaikan oleh Tuhan Yesus dalam konteks ketika Ia sedang berada di rumah Zakheus, dan di tengah banyak orang yang melihat dan mendengar bahwa &#8220;<em>hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah<\/em> [keluarga Zakheus] <em>ini<\/em>&#8220;; itu konsisten dengan alasan kedatangan-Nya, yaitu untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (<strong>ayat 10<\/strong>).<\/p>\n<p><!--more-->Ada dua hal yang dicatat Lukas (<strong>ayat 11<\/strong>) menjadi alasan Tuhan Yesus menyampaikan perumpamaan ini: (1) &#8220;<em>sebab Ia sudah dekat Yerusalem<\/em>&#8220;&#8211;sudah dekat dengan waktu Ia akan diserahkan dan dibunuh sebagai korban untuk menyelamatkan manusia dari dosa mereka; dan (2) orang yang mengikuti Dia mengira bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan&#8211;<em>appear immediately<\/em> (NASB); para pengikut-Nya berpikir sebentar lagi&#8211;bahkan mungkin dalam hitungan hari, Tuhan Yesus akan memproklamirkan Kerajaan Allah di dunia ini ini di Yerusalem.<\/p>\n<p>Perumpamaan ini dimulai dengan latar belakang cerita, di mana seorang bangsawan pergi ke negeri yang jauh untuk dinobatkan sebagai raja, setelah itu baru akan kembali (<strong>ayat 12<\/strong>)&#8211;Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia tidak akan mendirikan Kerajaan-Nya sekarang, tetapi justru Ia akan pergi dari dunia ini. Para pengikutnya tidak usah berharap akan ada deklarasi kerajaan sekarang, namun justru mereka harus menunggu sampai Tuhan Yesus datang kembali.<\/p>\n<p>Selama masa penantian kedatangan sang bangsawan itu, ia memanggil sepuluh orang hambanya, memberi mereka modal berupa uang (masing-masing satu mina), dan memerintahkan hamba-hambanya itu memakai modal itu untuk berdagang (<strong>ayat 13<\/strong>). Para pengikut atau murid-murid Yesus tidak menunggu kedatangan-Nya dengan berdiam diri, tetapi Tuhan Yesus memberikan tugas\/pekerjaan yang harus mereka lakukan.<\/p>\n<p>Ketika sang bangsawan itu kembali, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya yang telah diberi uang modal, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing (<strong>ayat 15<\/strong>). Ketika Tuhan Yesus nanti datang untuk yang kedua kali, di mana Ia akan datang sebagai Raja, Ia akan memanggil para pengikut dan murid-muridnya satu-persatu untuk dimintai pertanggungjawaban bagaimana mereka telah mengerjakan tugas selama di dunia ini.<\/p>\n<p>Hamba-hamba yang bisa menunjukkan hasil kerja mereka, memperoleh upah dari sang bangsawan sesuai dengan hasil kerja mereka&#8211;siapa yang bisa menghaisilkan lebih banyak, memperoleh penghargaan yang lebih banyak (<strong>ayat 16-19<\/strong>). Sekalipun semua orang percaya memperoleh anugerah yang sama, Allah tidak melakukan pilih kasih, akan tetapi&#8211;usaha dan keseriusan setiap orang itu berbeda&#8211;dan Tuhan, Raja yang Adil itu, akan memberi upah proporsional dengan pekerjaan masing-masing orang.<\/p>\n<p>Ada hamba yang tidak menghasilkan apa-apa. Ia hanya menyimpan uang modal itu dalam sapu tangan, dan kemudian mengembalikannya utuh kepada tuannya (<strong>ayat 20<\/strong>). Alasannya: ia takut kepada sang tuan, karena ia menilai tuannya adalah seorang yang keras (<em>austeros<\/em>: <em>a harsh, inhuman character<\/em>) yang tidak berbelas kasihan, mengatakan bahwa tuannya itu manipulatif&#8211;mengambil apa yang bukan menjadi haknya (<strong>ayat 21<\/strong>).<\/p>\n<p>Betapa salah cara berpikir hamba ini! Tuannya sama sekali tidak seperti yang dia pikirkan. Lihatlah buktinya: hamba pertama, diberi modal 1 mina, menghasilkan 10 mina, diberi penghargaan tidak hanya uang, tetapi diberi kekuasaan untuk memerintah 10 kota (<strong>ayat 17<\/strong>)! Upah yang diberikan oleh sang tuan sangat jauh melebihi daripada apa yang dikerjakan hamba itu untuk tuannya!<\/p>\n<p>Kemudian, hamba yang ketiga ini lupa akan kedudukannya! Ia adalah seorang hamba (<em>doulos<\/em>: budak) yang pada zaman itu berarti adalah hak milik tuannya 100%, dia sudah tidak punya hak lagi atas hidupnya sendiri&#8211;semua dari hidupnya itu adalah milik tuannya! Sehingga, sikap dan tindakan hamba ini menunjukkan hati yang kurang ajar, tidak tahu diri dan posisinya, berani memberontak kepada tuannya.<\/p>\n<p>Wajarlah, sang tuan menyebut hamba ketiga ini sebagai &#8220;<em>hamba yang jahat<\/em>&#8220;, dan sang tuan menghakimi hamba itu berdasar perkataannya sendiri (<strong>ayat 22<\/strong>), berdasarkan persepsi hamba itu sendiri. Padahal, kepada hamba-hamba sebelumnya sang tuan tidak memperlakukan dengan prinsip keradilan, tetapi dengan prinsip anugerah\/kasih karunia, karena apa yang diberikan tuan itu jauh melebihi dari apa yang dikerjakan oleh si hamba.<\/p>\n<p>Maka tuan itu menjatuhkan keputusannya: agar 1 mina yang percayakan kepadanya diberikan kepada hamba yang sudah memiliki 10 mina&#8211;berarti, persepsi hamba kjetiga ini kembali terbukti salah: sang tuan tidak mengambil 10 mina yang dihasilkan; 10 mina itu tetap menjadi milik hamba yang setia (<strong>ayat 24-25<\/strong>)! Ingat, Tuhan tidak membuthkan uangmu atau hartamu atau apapun yang kaucapai&#8211;ketika ia memberikan tanggung jawab, maka ia akan memberikan hasil kerja itu kepadamu&#8211;kamu juga akan yang memperoleh keuntungan, dan bahkan akan ditambah dengan upah karena kamu setia!<\/p>\n<p>Kemudian, sang bangsawan itu menyuruh agar para seterunya&#8211;yaitu orang-orang yang menolak dia untuk menjadi raja, agar dibawa ke hadapannya dan dijatuhi hukuman mati (<strong>ayat 26<\/strong>). Suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju, menolak atau menerima&#8211;pada akhirnya Tuhan Yesus tetap akan dinobatkan sebagai Raja! Setiap lutut dakan bertelut, semua lidah akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan (<strong>Fil. 2:10-11<\/strong>). Nanti, pada saat kedatangan-Nya, semua makhluk akan mengakui bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan&#8211;ada yang dengan penuh sukacita dan ada yang dengan terpaksa!<\/p>\n<p><strong>Penerapan<\/strong>:<br \/>\n(1) Terus mengingat bahwa Tuhan Yesus adalah Raja dan Tuan atas hidup saya, yang berdaulat atas seluruh aspek hidup saya&#8211;sikap saya adalah: tunduk kepada-Nya.<br \/>\n(2) Memuji Tuhan, sebab Ia bukan Raja yang lalim dan eskploitatif, melainkan Raja yang penuh kasih, yang besar kasih setianya, yang besar anugerah dan kemurahan-Nya&#8211;sehingga saya tunduk dan melayani Tuhan sengan rela hati dan sukacita.<\/p>\n<p>Views: 63<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lukas 19:11-27 alam catatan Lukas, perumpamaan tentang talenta disampaikan oleh Tuhan Yesus dalam konteks ketika Ia sedang berada di rumah Zakheus, dan di tengah banyak orang yang melihat dan mendengar bahwa &#8220;hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah [keluarga Zakheus] &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3154\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,40,9],"tags":[],"class_list":["post-3154","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lukas","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3154","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3154"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3154\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3155,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3154\/revisions\/3155"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3154"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3154"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3154"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}