{"id":3139,"date":"2025-01-13T11:42:22","date_gmt":"2025-01-13T04:42:22","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3139"},"modified":"2025-01-13T11:42:22","modified_gmt":"2025-01-13T04:42:22","slug":"seperti-anak-kecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3139","title":{"rendered":"Seperti Anak Kecil"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lukas 18:15-17<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">S<\/span>ebagai Rabbi Agung atau <em>Master Teacher<\/em>, Tuhan Yesus menggunakan situasi riil yang ada sebagai media untuk mengajarkan kebenaran. Orang-orang yang mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus membawa anak-anak mereka yang masih kecil&#8211;<em>infants<\/em> agar dijamah (diberkati) oleh Tuhan Yesus. Murid-murid melarang\/menegor para orangtua itu (<strong>ayat 15<\/strong>). Tetapi Tuhan Yesus bersikap lain, dan memakai kejadian itu untuk mengajar hal Kerajaan Allah.<\/p>\n<p><!--more-->Sebenarnya, pada zaman itu adalah biasa apabila orangtua membawa anak-anak mereka untuk diberkati oleh para rabbi. Sehingga, reaksi para murid yang melarang itu agak mengherankan. Tidak jelas dicatat apa yang menjadi alasan mereka: apakah mereka ingin menjaga agar Tuhan Yesus tidak terganggu atau direpotkan, atau mungkin mereka mengira Tuhan Yesus tidak tertarik menghadapi anak-anak kecil. Apapun alasannya, yang jelas sikap mereka mencerminkan bahwa anak-anak kecil itu tidak cukup penting untuk dilayani.<\/p>\n<p>Tetapi, Tuhan Yesus justru menegor murid-murid yang menghalangi atau melarang anak-anak kecil itu dibawa kepada-Nya. Tuhan Yesus menggunakan anak-anak kecil sebagai potret orang yang memiliki Kerajaan Allah: &#8220;<em>sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah<\/em>&#8221; (<strong>ayat 16<\/strong>). Tuhan Yesus menegaskan dengan kalimat; &#8220;<em>Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya<\/em>.&#8221; (<strong>ayat 17<\/strong>). Apa yang dimaksud dengan &#8220;seperti seorang anak kecil&#8221;?<\/p>\n<p>Kontras dengan orang-orang yang merasa paling benar dan memandang rendah semua orang lain, anak kecil tidak merasa lebih baik daripada temannya&#8211;mereka bisa bergaul dengan siapa saja. Anak kecil juga mudah percaya&#8211;tanpa keraguan, mereka mempercayai apa saja&#8211;apalagi kalau yang berkata adalah orangtua mereka. Dan, anak kecil itu tergantung total kepada orangtuanya&#8211;ia tidak bisa melakukan apapun di luar pertolongan orangtuanya; ia tidak merasa bisa atau mampu dengan kekuatannya sendiri.<\/p>\n<p>Bukankah Tuhan Yesus berkata bahwa orang harus dilahirkan kembali untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (<strong>Yoh 3:5<\/strong>)? Berarti secara rohani mereka harus kembali menjadi bayi atau anak kecil. Terkait dengan firman Tuhan, Petrus mendorong umat Tuhan agar menjadi &#8220;<em>sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani<\/em>&#8221; (<strong>1 Pet. 2:2<\/strong>). Kehausan dan antusiasme kepada segala yang Illahi, kepercayaan penuh kepada Bapa, kebergantungan total kepada Sang Sumber Hidup. Jangan berhenti menjadi seperti anak kecil di hadapan-Nya!<\/p>\n<p><strong>Penerapan<\/strong>:<br \/>\nMeminta diberi hati yang seperti anak kecil: yang tulus beriman, yang rendah hati dan bergantung, yang haus dan antusias akan Tuhan.<\/p>\n<p>Views: 80<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lukas 18:15-17 ebagai Rabbi Agung atau Master Teacher, Tuhan Yesus menggunakan situasi riil yang ada sebagai media untuk mengajarkan kebenaran. Orang-orang yang mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus membawa anak-anak mereka yang masih kecil&#8211;infants agar dijamah (diberkati) oleh Tuhan Yesus. Murid-murid melarang\/menegor &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3139\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,40,9],"tags":[],"class_list":["post-3139","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lukas","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3139","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3139"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3139\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3140,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3139\/revisions\/3140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}