{"id":3126,"date":"2025-01-09T07:14:45","date_gmt":"2025-01-09T00:14:45","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3126"},"modified":"2025-01-09T07:14:45","modified_gmt":"2025-01-09T00:14:45","slug":"tahu-diri-tahu-berterima-kasih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3126","title":{"rendered":"Tahu Diri, Tahu Berterima Kasih"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lukas 17:11-19<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">T<\/span>uhan Yesus memiliki hati yang penuh dengan belas kasihan, sehingga Ia mau untuk menolong 10 orang yang sakit kusta ini. Ada frasa yang digunakan dalam bagian ini: &#8220;<em>Lalu Ia memandang mereka&#8230; (when He saw them)<\/em>&#8221; (<strong>ayat 14<\/strong>)&#8211;kata &#8220;memandang\/melihat&#8221; yang dipakai adalah <em>eido<\/em> yang berkonotasi tidak hanya menangkap dengan indra penglihatan, tetapi melihat\/mengetahui dengan pemahaman; <em>the actual of perception<\/em>. Tuhan Yesus memahami tidak hanya apa yang nampak di luar&#8211;sakit kusta, tetapi juga semua kondisi batin yang mereka tanggung.<\/p>\n<p><!--more-->Kuasa Tuhan Yesus tak terbatas. Dalam kasus 10 orang kusta ini, Ia tidak melakukan tindakan apa-apa; bahkan dicatat bahwa posisi mereka agak jauh dari tempat Yesus berada, sehingga mereka harus berteriak minta belas kasihan-Nya (<strong>ayat 12-13<\/strong>). Tuhan Yesus hanya berkata memerintahkan mereka pergi memperlihatkan diri kepada imam-imam. Dalam aturan agama Yahudi, seorang yang sudah sembuh dari sakit kusta harus datang kepada seorang imam untuk diperiksa dan mendapat verifikasi bahwa ia benar-benar sudah sembuh (<strong>Ima. 14:2-3<\/strong>).<\/p>\n<p>Sepuluh orang itu memiliki iman kepada Tuhan Yesus, karena sekalipun mereka saat itu belum sembuh, mereka taat untuk pergi untuk menemui para imam&#8211;yakin bahwa pada waktu mereka bertemu imam, mereka akan sudah sembuh. Iman mereka terbukti: &#8220;<em>sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir<\/em> (<em>And as they were going<\/em>&#8211;sedang berjalan&#8211;<em>the were cleansed<\/em>&#8221; (<strong>ayat 14<\/strong>). Tidak diketahui apakah ke-10 orang itu punya iman yang sama kuatnya, atau ada yang hanya ikut-ikutan temannya, atau ada yang berpikir ikuti saja, toh dia sudah &#8220;<em>nothing to lose<\/em>&#8220;. Apapun &#8220;kualitas&#8221; iman mereka, ke-10 orang itu mengalami kesembuhan dari Tuhan.<\/p>\n<p>Tetapi, salah satu dari mereka, ketika sadar bahwa dia sudah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya (<strong>ayat 15-16<\/strong>). Hati yang spontan penuh dengan ucapan terima kasih atas pertolongan Tuhan. Ia berteriak ketika minta pertolongan, dan sekarang ia memuliakan Allah dengan suara nyaring&#8211;betapa berbeda dengan 9 orang lainnya: berseru-seru ketika dalam masalah, namun ketika ditolong, tidak bersuara sama sekali.<\/p>\n<p>Satu orang yang kembali itu adalah seorang Samaria (<strong>ayat 16<\/strong>)&#8211;bangsa yang dipandang rendah oleh orang Yahudi karena dianggap sebagai bangsa yang tidak murni umat Tuhan, bangsa yang kafir. Bahkan Tuhan Yesus sendiri menyebut orang itu sebagai &#8220;orang asing ini&#8221; (<strong>ayat 18<\/strong>), <em>allogenes<\/em>: <em>one of another nation, a stranger, foreigner<\/em>. Melihat fenomena itu, Tuhan Yesus berkata: &#8220;<em>Tidak adakah di antara mereka <\/em>[yang sembilan orang]<em> kembali untuk memuliakan Allah<\/em>?&#8221; (<strong>ayat 18<\/strong>).<\/p>\n<p>Sembilan orang kusta itu menjadi potret orang yang tidak tahu terima kasih, tidak tahu diri. Benar mereka punya iman yang ditunjukkan dengan ketaatan; benar mereka melakukan prosedur sesuai hukum Taurat; tetapi mereka merasa bahwa itu sudah semestinya mereka terima&#8211;<em>take it for granted<\/em>; sudah sewajarnya; bukan sesuatu anugerah yang sangat besar, sehingga mereka tidak memuliakan Allah dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus.<\/p>\n<p><strong>Penerapan:<\/strong><br \/>\n(1) Mengakui saya memiliki hati yang tidak tahu terima kasih, yang tidak ditakjubkan oleh anugerah dan belas kasihan dan berkat Tuhan&#8211;bersikap seolah itu adalah perkara yang biasa, sehingga sikap dan tindakan saya tidak mencerminkan hati uang memuliakan dan bersyukur kepada Tuhan.<br \/>\n(2) Memohon Tuhan menolong menumbuhkan hati yang tahu diri dan tahu berterima kasih, sehingga bisa menghargai anugerah dan kebaikan Tuhan kepada saya.<br \/>\n(3) Membangun waktu untuk memuji dan menyembah Tuhan&#8211;dengan disiplin mengingat kembali anugerah dan kemurahan yang telah Tuhan lakukan kepada saya.<\/p>\n<p>Views: 26<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lukas 17:11-19 uhan Yesus memiliki hati yang penuh dengan belas kasihan, sehingga Ia mau untuk menolong 10 orang yang sakit kusta ini. Ada frasa yang digunakan dalam bagian ini: &#8220;Lalu Ia memandang mereka&#8230; (when He saw them)&#8221; (ayat 14)&#8211;kata &#8220;memandang\/melihat&#8221; &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3126\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,40,9],"tags":[],"class_list":["post-3126","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lukas","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3126","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3126"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3126\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3127,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3126\/revisions\/3127"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3126"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3126"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3126"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}