{"id":3117,"date":"2025-01-05T07:07:21","date_gmt":"2025-01-05T00:07:21","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3117"},"modified":"2025-01-05T07:07:51","modified_gmt":"2025-01-05T00:07:51","slug":"cinta-dan-kebenaran-firman-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3117","title":{"rendered":"Cinta dan Kebenaran Firman Tuhan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lukas 16:14-18<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">O<\/span>rang-orang Farisi disebut sebagai &#8220;hamba-hamba uang&#8221; (<strong>ayat 14<\/strong>)&#8211;kata yang dipakai <em>philarguros<\/em> merupakan gabungan kata <em>philos<\/em> yang berarti sahabat atau mencintai dan <em>arguros<\/em>, yaitu perak atau uang. Mereka adalah orang-orang yang suka atau mencintai uang. Sangat menarik: Tuhan Yesus memperingatkan murid-murid agar tidak menjadi hamba Mamon, dan orang-orang Farisi disebut sebagai hamba uang.<\/p>\n<p><!--more-->Mereka, orang-orang Farisi itu, setelah mendengar pengajaran Tuhan Yesus tentang bagaimana mengelola uang yang benar, memberi respons: mencemooh Tuhan Yesus (<strong>ayat 14<\/strong>)&#8211;<em>to mock, sneer, scoff at, to deride<\/em>. Dalam <em>Cambridge Dictionary<\/em>, &#8220;<em>to derire<\/em>&#8221; didefinisikan sebagai: &#8220;<em>to show that you think someone or something is ridiculous or of no value<\/em>&#8220;. Mereka memandang pengajaran Tuhan Yesus itu tidak mutu, tidak ada nilainya, dan hanya jadi bahan tertawaan. Respons mereka menunjukkan karakter mereka sebagai hamba-hamba uang.<\/p>\n<p>Melihat bagaimana orang-orang Farisi itu mencemooh Dia, Tuhan Yesus menegur mereka dengan mengatakan bahwa: mereka membenarkan diri mereka (memandang diri mereka benar) di hadapan publik, tetapi Tuhan tahu isi hati mereka yang sesungguhnya&#8211;yaitu hati yang menjijikan\/dibenci oleh Tuhan (<strong>ayat 15<\/strong>). Mereka tampil sebagai orang saleh di depan orang banyak, tetapi hati mereka tidak mencintai Tuhan, melainkan mencintai uang dan hal-hal duniawi lainnya, termasuk: penilaian\/kekaguman manusia.<\/p>\n<p>Tuhan Yesus kemudian menyatakan pengajaran yang menunjukkan bahwa orang-orang Farisi, sekalipun menagku sebagai orang yang taat kepada Hukum Tuhan, tetapi pandangan, pengajaran dan hidupnya tidak sesuai dengan Hukum Tuhan. Dalam hal perceraian, misalnya, ada berbagai tafsiran orang-orang Farisi atas Hukum Tuhan yang mengijinkan perceraian&#8211;padahal Hukum Tuhan tidak bisa diubah (<strong>ayat 17<\/strong>). Tuhan Yesus menegaskan bahwa ajaran yang benar adalah: ikatan pernikahan itu tetap berlaku sampai diputuskan oleh kematian. Sehingga orang yang bercerai dan menikah lagi, ia melakukan perzinahan (<strong>ayat 18<\/strong>).<\/p>\n<p>Apa hubungannya cinta akan uang dengan sikap terhadap prinsip kebenaran Hukum Tuhan? Ketika seseorang hatinya tidak ditundukkan penuh kepada Tuhan, ketika ia tidak mengabdi total kepada Tuhan&#8211;dalam hal ini justru mengabdi kepada uang, maka ia juga tidak akan bisa setia kepada kebenaran Tuhan. Ia&#8211;sesuai kepentingan dan keinginannya&#8211;akan membuat tafsirannya sendiri atas Hukum Tuhan sendiri.<\/p>\n<p><strong>Penerapan:<\/strong><br \/>\nAdakah sesuatu yang sangat saya cintai, sehingga sampai membuat saya membengkokkan kebenaran Firman Tuhan demi memuaskan atau membenarkan cinta saya kepada sesuatu itu?<\/p>\n<p>Views: 84<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lukas 16:14-18 rang-orang Farisi disebut sebagai &#8220;hamba-hamba uang&#8221; (ayat 14)&#8211;kata yang dipakai philarguros merupakan gabungan kata philos yang berarti sahabat atau mencintai dan arguros, yaitu perak atau uang. Mereka adalah orang-orang yang suka atau mencintai uang. Sangat menarik: Tuhan Yesus &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3117\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,40,9],"tags":[],"class_list":["post-3117","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lukas","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3117","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3117"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3117\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3119,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3117\/revisions\/3119"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3117"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3117"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3117"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}