{"id":3039,"date":"2024-12-07T06:31:25","date_gmt":"2024-12-06T23:31:25","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3039"},"modified":"2024-12-07T06:31:25","modified_gmt":"2024-12-06T23:31:25","slug":"sikap-sebagai-hamba-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3039","title":{"rendered":"Sikap Sebagai Hamba"},"content":{"rendered":"<p><strong>Filipi 2:1-8<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">S<\/span>ekalipun Paulus bersukacita karena hidup jemaat Filipi (<strong>1:3-4<\/strong>), tetapi ada hal yang membuat sukacita itu &#8220;belum sempurna&#8221; (<strong>ayat 2<\/strong>). Paulus melihat bahwa ada ketidaksatuan dan potensi perpecahan di dalam jemaat. Bahkan, Paulus secara khusus menyebut nama Euodia dan Sinthike agar sehati sepikir; dan meminta saudara seiman yang lain untuk menolong kedua orang itu mencapai kesatuan (<strong>4:2-3<\/strong>).<\/p>\n<p><!--more-->Paulus melihat bahwa sumber perpecahan adalah: egoisme, mencari pujian, dan hanya memperhatikan kepentingan sendiri. Akar dari egoisme adalah kesombongan: merasa lebih tinggi, lebih baik, lebih utama\/penting daripada orang lain (<strong>ayat 3-4<\/strong>). Kunci kehidupan yang idak egois adalah: kerendahan hati dan sikap sebagai hamba.<\/p>\n<p>Paulus mengajak jemaat Filipi untuk melihat Tuhan Yesus sebagai model hidup rendah hati dan berhati hamba (<strong>ayat 5-8<\/strong>): (1) tidak memandang kesetaraan dengan Allah sebagai sesuatu yang harus dipertahankan\/dituntut\/diperjuangkan untuk DiriNya sendiri; (2) telah mengosongkan Diri&#8211;melepas semua kesetaraanNya dengan Allah dan menjadi manusia; (3) selama menjadi manusia, Ia menempatkan diri untuk melayani orang lain sebagai hamba; (4) dan demi keselamatan manusia, Ia rela merendahkan diri untuk taat sampai mati di kayu salib&#8211;kematian yag paling mengerikan dan nista.<\/p>\n<p>Perwujudan sikap rendah hati menurut teladan Tuhan Yesus adalah:<br \/>\n(1) tidak menuntut\/berjuang agar orang lain memperlakukan dan menghargai sesuai dengan hak\/kedudukan yang mestinya saya terima; tidak perlu marah\/tersinggung ketika orang lain bersikap\/memperlakukan dengan tidak tepat sesuai kedudukan saya;<br \/>\n(2) tidak memamerkan\/mendemonstrasikan posisi\/kedudukan\/hak yang saya miliki supaya orang lain tahu siapa saya dan apa kedudukan saya;<br \/>\n(3) menempatkan diri sebagai hamba: memiliki sikap yang tunduk\/menghormati orang lain, dan melakukan tindakan untuk melayani kebutuhan\/kepentingan orang lain;<br \/>\n(4) menjalani hidup yang rendah hati dan menjadi hamba itu atas dasar ketaatan kepada Tuhan&#8211;&#8220;<em>Christ first and others next<\/em>&#8221; (Wiersbe, 2007).<\/p>\n<p><strong>Penerapan<\/strong>:<br \/>\nTidak kaku dalam menerapkan jadwal aktivitas kampus&#8211;untuk menerima dan melayai mahasiswa\/orang lain yang datang untuk bertemu atau konsulta<\/p>\n<p>Views: 51<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Filipi 2:1-8 ekalipun Paulus bersukacita karena hidup jemaat Filipi (1:3-4), tetapi ada hal yang membuat sukacita itu &#8220;belum sempurna&#8221; (ayat 2). Paulus melihat bahwa ada ketidaksatuan dan potensi perpecahan di dalam jemaat. Bahkan, Paulus secara khusus menyebut nama Euodia dan &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3039\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44,40,9],"tags":[],"class_list":["post-3039","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-filipi","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3039","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3039"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3039\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3040,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3039\/revisions\/3040"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3039"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3039"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3039"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}