{"id":3033,"date":"2024-12-04T07:04:26","date_gmt":"2024-12-04T00:04:26","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3033"},"modified":"2024-12-04T07:04:26","modified_gmt":"2024-12-04T00:04:26","slug":"ketika-situasi-yang-buruk-terjadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3033","title":{"rendered":"Ketika Situasi yang Buruk Terjadi"},"content":{"rendered":"<p><strong>FiIipi 1:12-19<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">A<\/span>pa yang terjadi di dalam jemaat ketika pemimpin mereka ditangkap dan dipenjara? Ketika Paulus ditangkap dan dipenjara di Roma, maka jemaat pasti mempunyai berbagai respons: kesedihan, kekuatiran akan nasib Paulus dan masa depan jemaat sendiri, menjadi lemah (discourage), dan berbagai respons yang lain. Pada bagian ini Paulus menguatkan jemaat agar tetap berrespons positif menanggapi pemenjaraannya.<\/p>\n<p><!--more-->Paulus memberitahu jemaat Filipi bahwa: pemenjaraannya justru membuat kemajuan dalam pemberitaan Injil: (1) semua penjaga istana dan orang-orang lain jadi tahu bahwa Paulus dipenjara karena Kristus&#8211;bukan karena ia melakukan kejahatan; (2) sebagian besar orang percaya menjadi makin berani dan tanpa rasa takut untuk memberitakan Injil <strong>(ayat 12-15)<\/strong>.<\/p>\n<p>Paulus mengakui bahwa mereka yang memberitakan Injil itu motifnya bermacam-macam: kelompok pertama adalah yang motifnya baik, karena kasih kepada Paulus, sehingga terdorong melakukan pembelaan untuk Paulus dengan cara menjelaskan Injil&#8211;melurusakan pikiran\/anggapan orang yang keliru karena mereka tidak mengenal Injil <strong>(ayat 17)<\/strong>.<\/p>\n<p>Kelompok kedua dimotivasi oleh iri hati dan rasa persaingan kepada Paulus. Mereka punya ambisi pribadi dengan maksud menimbulkan kekacauan\/kontroversi di antara orang banyak&#8211;mumpung Paulus sedang dipenjara. Kemungkinan tujuannya adalah untuk merebut pengaruh orang-orang yang selama ini mengikuti\/respek kepada Paulus dan beralih untuk mengikuti mereka <strong>(ayat 16)<\/strong>.<\/p>\n<p>Bagi Paulus sendiri: tidak penting apakah orang melakukan dengan motifasi yang tidak tulus&#8211;yang paling penting adalah: Injil diberitakan <strong>(ayat 18)<\/strong>. Ini menunjukkan keyakinan Paulus bahwa Injil adalah &#8220;<em>kekuatan Allah yang menyelamatkan<\/em>&#8221; <strong>(Roma 1:16)<\/strong>&#8211;apapun motifasi orang, ketika Injil diberitakan dan orang percaya, maka Allah sendiri yang akan bekerja di dalam diri orang percaya itu untuk mengerti kebenaran.<\/p>\n<p>Alasan kedua mengapa Paulus tidak terganggu dengan hal itu adalah: ia yakin bahwa di dalam semua situasi itu Allah memiliki tujuan yang baik untuknya, yaitu keselamatannya. Nasib Paulus tidak ditentukan oleh manusia&#8211;yang mendukung atau yang menentangnya&#8211;tetapi oleh Tuhan. Karena itu ia dikuatkan oleh doa jemaat Filipi <strong>(ayat 19)<\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Penerapan:<\/strong><br \/>\nMemegang prinsip bahwa: nasib orang percaya dan jemaat Tuhan itu tidak ditentukan oleh situasi atau manusia atau penguasa&#8211;tetapi Tuhanlah yang menguasai dan memgendalikan semuanya.<br \/>\nSehingga ketika ada dalam situasi yang tidak menguntungkan, tetapi bersandar dan berharap kepada Tuhan, supaya bisa bersikap tekun, tidak goyah, dan tetap taat.<\/p>\n<p>Views: 33<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FiIipi 1:12-19 pa yang terjadi di dalam jemaat ketika pemimpin mereka ditangkap dan dipenjara? Ketika Paulus ditangkap dan dipenjara di Roma, maka jemaat pasti mempunyai berbagai respons: kesedihan, kekuatiran akan nasib Paulus dan masa depan jemaat sendiri, menjadi lemah (discourage), &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3033\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44,40,9],"tags":[],"class_list":["post-3033","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-filipi","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3033"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3033\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3034,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3033\/revisions\/3034"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}