{"id":3004,"date":"2024-10-11T08:11:18","date_gmt":"2024-10-11T01:11:18","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3004"},"modified":"2024-10-11T08:11:18","modified_gmt":"2024-10-11T01:11:18","slug":"pekerja-yang-memuliakan-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3004","title":{"rendered":"Pekerja yang Memuliakan Tuhan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Titus 2:9-15<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">P<\/span>rinsip kehidupan Illahi yang harus dijalani oleh umat Tuhan yang berposisi sebagai hamba atau karyawan :<br \/>\n(1) mentaati majikannya, dan berusaha untuk menyenangkan majikannya&#8211;tidak sekedar taat melakukan tugas, tetapi melakukannya dengan maksimal dan dengan senang hati sehingga majiaknnya puas dengan hasil kerjanya<br \/>\n(2) tidak membantah dengan kata-kata, bukannya tidak boleh berdiskusi atau berdebat terkait bagaimana sebaiknya melakukan suatu pekerjaan, tetapi membantah dengan spirit pemberontakan<br \/>\n(3) jujur, tidak mencuri\/korupsi, tidak mengambil dari majikan atau tempat kerja apa yang bukan menjadi haknya<\/p>\n<p><!--more-->Dasar pengajarannya adalah: di masa lalu Tuhan telah memberikan anugerah keselamatan, sehingga orang percaya harus meninggalkan kefasikan dan keinginan duniawi, dan menjalankan kehidupan yang bijak, adil, dan beribadah (saleh); dan karena orang percaya memandang kepada masa depan, yaitu masa di mana akan dipanggil di dalma kemuliaan Tuhan&#8211;yang menghendaki umat yang kudus dan rajin berbuat baik. Karena itu adalah karakter penghuni kerajaan Allah yang mulia.<\/p>\n<p>Views: 59<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Titus 2:9-15 rinsip kehidupan Illahi yang harus dijalani oleh umat Tuhan yang berposisi sebagai hamba atau karyawan : (1) mentaati majikannya, dan berusaha untuk menyenangkan majikannya&#8211;tidak sekedar taat melakukan tugas, tetapi melakukannya dengan maksimal dan dengan senang hati sehingga majiaknnya &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=3004\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[40,9,42],"tags":[],"class_list":["post-3004","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh","category-titus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3004"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3004\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3005,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3004\/revisions\/3005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}