{"id":2922,"date":"2024-04-08T07:12:47","date_gmt":"2024-04-08T00:12:47","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2922"},"modified":"2024-04-09T08:35:56","modified_gmt":"2024-04-09T01:35:56","slug":"suara-tuhan-melalui-nabi-nya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2922","title":{"rendered":"Suara TUHAN Melalui Nabi-Nya"},"content":{"rendered":"<p><strong>Ulangan 18:15-22<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">S<\/span>alah satu hal yang bisa memikat umat TUHAN untuk melakukan praktik kekejian adalah: kebutuhan untuk berkomunikasi dengan kuasa yang ada di luar mereka, kebutuhan untuk memperoleh pertolongan dari sumber yang di luar kemampuan mereka&#8211;yang lebih besar dari mereka. Selain memberi peringatan atau larangan untuk mengikuti atau melakukan praktik kekejian bangsa-bangsa asli Kanaan, TUHAN menyediakan sarana bagi umat TUHAN untuk memenuhi kebutuhan mereka akan kuasa yang lebih besar di luar diri mereka; yang sebenarnya adalah kebutuhan akan kehadiran TUHAN di daam hidup mereka.<\/p>\n<p><!--more-->TUHAN menyatakan bahwa di antara umat TUHAN akan dibangkitkan atau dipilih oleh TUHAN seorang seperti Musa. Peran nabi tersebut adalah: (1) menjadi perantara komunikasi antara TUHAN dengan umat-Nya, sebab umat TUHAN gentar dan tidak sanggup bertemu langsung dengan TUHAN&#8211;<strong>ayat 16<\/strong>; (2) menjadi juru bicara TUHAN; menyatakan perkataan TUHAN yang ditaruh di dalam mulut nabi itu kepada umat-Nya&#8211;ayat 18. Kewajiban umat TUHAN adalah: mendengarkan dan mentaati perkataan TUHAN yang disampaikan melalui nabi-Nya&#8211;<strong>ayat 15, 18-19<\/strong>.<\/p>\n<p>Bagi nabi itu, ia tidak boleh: (1) terlalu berani untuk mengatakan sesuatu yang bukan dari TUHAN, dan mengklaim bahwa perkataan tersebut adalah firman TUHAN&#8211;<strong>ayat 20<\/strong>; (2) menyatakan sesuatu atas nama atau demi nama allah lain, yang bukan TUHAN&#8211;<strong>ayat 20<\/strong>. Kalau ada nabi yang berbuat demikian, maka umat TUHAN tidak boleh mendengarkannya, tidak boleh takut kepadanya (sekalipun ia mengatas namakan TUHAN), dan nabi itu harus mati <strong>(ayat 20,22)<\/strong>.<\/p>\n<p>Umat TUHAN harus menguji setiap perkataan dari nabi yang mengatas namakan TUHAN: dengan cara membuktikan apakah perkataan yang disampaikan itu benar-benar terjadi atau tidak. Apabila perkataan yang mengatasnamakan TUHAN itu tidak terjadi atau tidak terpenuhi (tergenapi), maka terbuktilah bahwa nabi itu tidak berbicara atas nama TUHAN <strong>(ayat 22)<\/strong>. Seorang nabi harus sangat berkati-hati untuk berbicara, ia harus yakin bahwa apa yang akan disampaikannya itu benar-benar berasal dari TUHAN. Ia tidak boleh sembrono, tergesa-gesa, dan terlalu yakin (berani) mengucapkan sesuatu atas nama TUHAN.<\/p>\n<p>Ada dua jebakan yang bisa menjatuhkan umat TUHAN: (1) kebutuhan akan relasi dengan yang supranatural, yang di luar kemampuan dirinya; membuka celah untuk mencari kuasa yang bukan TUHAN dengan praktik yang merupakan kekejian bagi TUHAN; (2) dorongan untuk mengatakan sesuatu yang supranatural, dengan sembrono mengatasnamakan TUHAN, keinginan untuk menjadi bagian dari yang supranatural.<\/p>\n<p><strong>Penerapan:<\/strong><br \/>\n(1) Bersyukur kepada Tuhan, sebab Ia menyediakan nabi dan hamba Tuhan untuk berbicara atas Nama-Nya; untuk menyatakan kehendak atau perkataan Tuhan kepada umat-Nya.<br \/>\n(2) Berdoa meminta agar diberi hati yang tidak sembrono untuk mencari suara Tuhan lalu mengatakan sesuatu atas nama Tuhan. Berdoa agar Tuhan melatih hati saya untuk bisa membedakan suara Tuhan.<\/p>\n<p>Views: 38<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ulangan 18:15-22 alah satu hal yang bisa memikat umat TUHAN untuk melakukan praktik kekejian adalah: kebutuhan untuk berkomunikasi dengan kuasa yang ada di luar mereka, kebutuhan untuk memperoleh pertolongan dari sumber yang di luar kemampuan mereka&#8211;yang lebih besar dari mereka. &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2922\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39,9,33],"tags":[],"class_list":["post-2922","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-perjanjian-lama","category-saat-teduh","category-ulangan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2922","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2922"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2922\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2924,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2922\/revisions\/2924"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}