{"id":2533,"date":"2024-03-10T09:29:46","date_gmt":"2024-03-10T02:29:46","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2533"},"modified":"2024-03-11T09:42:05","modified_gmt":"2024-03-11T02:42:05","slug":"iman-di-tengah-kesulitan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2533","title":{"rendered":"Iman di Tengah Kesulitan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Ibadah GKJ Nusukan &#8211; Bilangan 21:4-9.<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">M<\/span>asalah orang Israel bukanlah pada situasi yang buruk&#8211;karena sebenarnya mereka tidak situasi yang benra-benar buruk&#8211;tetapi masalahnya adalah: mereka serakah, tidak tahu bersyukur, tidak tahu terima kasih. Mereka tidak bisa melihat kemurahan TUHAN, sehingga mereka selalu bersungut-sungut&#8211;karena apa yang mereka alami tidak sepeti yang mereka inginkan! Ini masalah keinginan mereka yang tak terpenuhi, menyebabkan mereka tidak melihat kemurahan TUHAN, dan itu mendatangkan murka TUHAN atas mereka.<\/p>\n<p><!--more--><strong>Ibadah GKKK Solo &#8211; 1 Samuel 30:1-20<\/strong><\/p>\n<p>Mendapati kota tempat tinggal mereka sudah habis terbakar, dan semua penduduknya&#8211;orang tua, istri, dan anak-anak mereka&#8211;dibawa oleh musuh, membuat Daud dan pasukannya menangis dengan penih kepahitan. Sedih, panik, takut, marah&#8211;semuanya campur aduk jadi satu! Tetapi ada perbedaan sikap antara Daud dan pengikutnya.<\/p>\n<p>Para pengikut Daud, ketika dilanda kesesakan yang berat itu, mencari sasaran untuk melampiaskan rasa frustasi mereka. Mereka memandang Daud sebagai penyebab bencana&#8211;padahal Daud tidak ada hubungannya dengan bencana itu. Sehingga mereka bermaksud untuk merajam Daud yang dianggap sebagai penyebab kehilangan keluarga mereka.<\/p>\n<p>Tetapi, &#8220;Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.&#8221; (ayat 6b). Dalam terjemahan lain dituliskan &#8220;But David strengthened himself in the LORD his God.&#8221; (NASB) atau &#8220;but David encouraged himself in the LORD his God.&#8221; (KJV). Daud mengalami kesesakan yang sama, tetapi sikapnya berbeda. Ia tidak lumpuh karena frustrasi, Ia tidak mencari-cari sasaran kemarahan, Ia tidak menyalahkan siapapun, tetapi Daud datang kepada Tuhan untuk meminta kekuatan&#8211;dan Tuhan menguatkannya!<\/p>\n<p>Kemudian, Daud mencari kehendak Tuhan, apakah ia harus mengejar musuh yang merampok kotanya. Untuk apa bertanya kepada Tuhan? Secara nalar manusia, kalau ada masalah ya langsung saja diselesaikan&#8211;tidak perlu mencari kehendak Tuhan! Tetapi Daud memiliki hati yang berbeda. Daud tidak melakukan apa yang tidak dikehendaki oleh Tuhan; bag Daud, yang terpenting adalah: kehendak Tuhan, karena itu berarti penyertaan Tuhan dan berkat Tuhan! Tepatlah ketika Tuhan menyatakan: &#8220;Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.&#8221; (Kisah Rasul 13:22).<\/p>\n<p>Yang menarik dari peristiwa ini&#8211;kalau melihat konteksnya di Pasal 29 dan 30; penjarahan oleh orang Amalek sepertinya dipakai Tuhan untuk menghindarkan Daud dari peperangan melawan Saul; sebab di Pasal 29, ketika orang Filistin bersiap maju berperang melawan Israel, Daud dilarang untuk ikut dan disuruh pulang (1 Samuel 29:4,6-7,9-11). Dalam perang itu, Saul dan ketiga anaknya terbunuh (1 Samuel 31:6); Daud mendengar berita kematian mereka 2 hari setelah ia mengalahkan Amalek. Smeua peristiwa itu trjadi dalam rentang waktu 1 minggu&#8211;Tuhan mengatur peristiwa-peristiwa untuk kebaikan hamba-Nya.<\/p>\n<p>Views: 41<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibadah GKJ Nusukan &#8211; Bilangan 21:4-9. asalah orang Israel bukanlah pada situasi yang buruk&#8211;karena sebenarnya mereka tidak situasi yang benra-benar buruk&#8211;tetapi masalahnya adalah: mereka serakah, tidak tahu bersyukur, tidak tahu terima kasih. Mereka tidak bisa melihat kemurahan TUHAN, sehingga mereka &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2533\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38,17,3,39],"tags":[],"class_list":["post-2533","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-1-samuel","category-bilangan","category-homili","category-perjanjian-lama"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2533","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2533"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2533\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2535,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2533\/revisions\/2535"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2533"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2533"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2533"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}