{"id":2385,"date":"2024-01-18T07:24:47","date_gmt":"2024-01-18T00:24:47","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2385"},"modified":"2024-03-08T05:45:25","modified_gmt":"2024-03-07T22:45:25","slug":"jangan-merasa-paling-hebat-atau-benar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2385","title":{"rendered":"Jangan Merasa Paling Hebat atau Benar"},"content":{"rendered":"<p><strong>Markus 9:38-42<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">S<\/span>pirit ekslusivitas&#8211;merasa yang paling berhak untuk memiliki atau melakukan sesuatu karena termasuk ke dalam satu kelompok; dan dengan demikian memandang orang lain yang bukan anggota kelompoknya tidak punya hak itu&#8211;ditunjukkan oleh Yohanes (mewakili murid-murid yang lain karena ia memakai kata &#8220;kami&#8221;&#8211;<strong>ayat 38<\/strong>). Sikap eksklusif ini tidak bisa dipisahkan dari sikap merasa paling hebat; sebagaimana mereka perdebatkan di perjalanan bersama Yesus. Tidak hanya murid-murid saling merasa lebih hebat dari yang lain, mereka juga&#8211;sebagai kelompok&#8211;merasa lebih hebat daripada kelompok lain atau orang yang ada di luar kelompok mereka.<\/p>\n<p><!--more-->Sikap itu yang membuat murid-murid berusaha mencegah orang yang bukan pengikut Yesus mengusir setan dalam nama Yesus&#8211;seolah-olah nama Yesus merupakan property dari murid-murid, dan tidak boleh digunakan oleh orang yang bukan pengikut-Nya. Agaknya orang itu tetap mengusir roh jahat dalam nama Yesus dan berhasil&#8211;komentar Yesus: <strong>&#8220;Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku &#8230;&#8221; (ayat 39)<\/strong>. Situasi yang ironis, beberapa waktu sebelumnya murid-murid Yesus gagal mengusir roh bisu dari seorang anak (<strong>Markus 9:18, 28<\/strong>); dan sekarang mereka melihat orang lain yang bukan pengikut Yesus justru bisa mengusir roh jahat!<\/p>\n<p>Menanggapi sikap dan cara pandang eksklusif dari murid-murid, Yesus mengajarkan: (1) jangan mencegah orang lain melayani demi nama Yesus, sekalipun ia bukan berasal dari kelompok mereka&#8211;bukan keanggotaan dalam kelompok tertentu, tetapi iman kepada Yesuslah yang penting; (2) kalau mau melakukan pembagian, maka hanya ada dua kelompok: yang di pihak Yesus dan yang melawan Yesus; tidak ada posisi netral dalam relasi dengan Yesus&#8211;ketika seseorang membawa kemuliaan bagi nama Yesus, maka ia ada di pihak-Nya.<\/p>\n<p>Yesus memberi pengajaran lebih lanjut: (3) memihak kepada Yesus tidak harus ditunjukkan dengan melakukan perbuatan yang spektakuler atau supranatural; pelayanan\/simpati yang sederhana, sesederhana memberi minum secangkir air kepada pengikut Yesus itu dihargai oleh Tuhan dan akan diberi upah; (4) sebaliknya, orang yang menyesatkan orang lain sehingga ia tidak beriman atau taat kepada Tuhan&#8211;bahkan yang paling kecil atau sederhana sekalipun, adalah kejahatan yang serius di hadapan Tuhan; lebih serius daripada kejahatan yang pantas dihukum dengan cara ditenggelamkan.<\/p>\n<p><strong>Penerapan:<\/strong><br \/>\n(1) Berdoa meminta Tuhan menguji hati: apakah ada perbuatan atau perkataan di mana saya dengan sengaja menyesatkan orang lain?<br \/>\n(2) Mengevaluasi ulang pandangan saya tentang seseorang yang sengaja menyesatkan dan mempengaruhi orang lain sehingga mereka tidak percaya kepada Tuhan dan tidak taat kepada Tuhan&#8211;itu bukan perbuatan yang sepele, tetapi sangat serius di hadapan Tuhan dan mendatangkan hukuman yang berat dari Tuhan.<\/p>\n<p>Views: 31<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Markus 9:38-42 pirit ekslusivitas&#8211;merasa yang paling berhak untuk memiliki atau melakukan sesuatu karena termasuk ke dalam satu kelompok; dan dengan demikian memandang orang lain yang bukan anggota kelompoknya tidak punya hak itu&#8211;ditunjukkan oleh Yohanes (mewakili murid-murid yang lain karena ia &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2385\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[31,40,9],"tags":[],"class_list":["post-2385","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-markus","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2385"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2385\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2386,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2385\/revisions\/2386"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}