{"id":2292,"date":"2023-09-17T13:12:06","date_gmt":"2023-09-17T06:12:06","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2292"},"modified":"2024-03-11T09:41:46","modified_gmt":"2024-03-11T02:41:46","slug":"kunci-mencapai-kebahagiaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2292","title":{"rendered":"Kunci Mencapai Kebahagiaan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Amsal 3:1-13<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">A<\/span>ristoteles menyatakan: \u201c<em>Happiness is the meaning and the purpose of life, the whole aim and end of human existence<\/em>.\u201d\u00a0Amsal ini mengidentifikasi perkara2 yang menjadi indikator hidup bahagia: (a) panjang umur, kedamaian, kemakmuran&#8211;<strong>ayat 2<\/strong>; (b) penerimaan dan nama baik\/perkenan dari Tuhan dan manusia&#8211;<strong>ayat 4<\/strong>; (c) jalan-jalannya diluruskan, dimudahkan&#8211;<strong>ayat 6<\/strong>; (d) kesehatan fisik&#8211;<strong>ayat 8<\/strong>; dan (e) kelimpahan berkat\/panen\/materi&#8211;<strong>ayat 10<\/strong>.<\/p>\n<p><!--more-->Selain menyebutkan perkara2 yang membahagiakan itu, Amsal ini juga mengajarkan bagaimana memperolehnya: (a) jangan melupakan pengajaran, tetapi menyimpannya di dalam hati&#8211;<strong>ayat 1<\/strong>; (b) tidak melupakan kasih dan kesetiaaan&#8211;<strong>ayat 3<\/strong>; (c) percaya kepada Tuhan dan tidak mengandalkan pemikiran sendiri, tetapi mengakui Tuhan dalam setiap keputusan&#8211;<strong>ayat 6<\/strong>; (d) tidak merasa bijak, tapi takut\/taat kepada Tuhan dan jauhi\/benci kejahatan&#8211;<strong>ayat 7<\/strong>; (e) menghormati Tuhan dengan hartadan buah sulung&#8211;<strong>ayat 9<\/strong>; (f) mau mendengarkan teguran, hardikan, dan disiplin\/hajaran Tuhan&#8211;<strong>ayat 11-12<\/strong>.<\/p>\n<p>Dari ayat-ayat tersebut, dapat disimpulkan ada 4 elemen dasar membentuk hidup bahagia, yaitu <em>1. Keep the commandments; 2. Trust the Lord&#8217;s guidance; 3. Honor the Lord with your possession; dan 4. Accept the Lord&#8217;s correction<\/em>. Semua sikap\/tindakan yang diajarkan oleh Amsal ini bukan tindakan yang secara langsung mencari\/ mendapatkan perkara-perkara yang membahagiakan itu. Bahkan seolah-olah tidak relevan, bahkan kontradiktif\/bertentangan dengan hasil yang ingin diperoleh.<\/p>\n<p>Misalnya, untuk mendapat kesehatan fisik, caranya dengan tidak merasa bijak, tetapi harus takut akan Tuhan dan benci kejahatan&#8211;apa hubungannya? Dan untuk mendapat kelimpahan materi\/harta, caranya dengan memberikan harta untuk dipersembahkan kepada Tuhan.<\/p>\n<p>Ada prinsip yang bisa ditarik dari ayat-ayat Amsal ini: (a) mendapat kebahagiaan itu bukan masalah strategi\/taktik mendapatkan sesuatu, tetapi masalah cara pandang, tata nilai, dan sikap yang ditundukkan kepada otoritas dan hukum2 Tuhan; (b) kebahagiaan itu adalah buah\/byproduct dari kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan dan sesuai dengan prinsip\/hukum Tuhan. Kalau orang taat, maka kebahagiaan itu akan secara otomatis\/alamiah akan muncul.<\/p>\n<p><strong>Penerapan<\/strong>:<br \/>\nMengakui bahwa seringkali mengejar untuk mendapatkan perkara\/obyek yang saya pikir akan mendatangkan kebahagiaan, dan tidak memperhatikan prinsip-prinsip Illahi yang dinyatakan dalam Amsal.<\/p>\n<p>Views: 184<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Amsal 3:1-13 ristoteles menyatakan: \u201cHappiness is the meaning and the purpose of life, the whole aim and end of human existence.\u201d\u00a0Amsal ini mengidentifikasi perkara2 yang menjadi indikator hidup bahagia: (a) panjang umur, kedamaian, kemakmuran&#8211;ayat 2; (b) penerimaan dan nama baik\/perkenan &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2292\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37,39,9],"tags":[],"class_list":["post-2292","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-amsal","category-perjanjian-lama","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2292","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2292"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2292\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2295,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2292\/revisions\/2295"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2292"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}