{"id":2277,"date":"2023-09-06T10:45:29","date_gmt":"2023-09-06T03:45:29","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2277"},"modified":"2024-03-08T05:46:19","modified_gmt":"2024-03-07T22:46:19","slug":"iman-yang-seimbang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2277","title":{"rendered":"Iman yang Seimbang"},"content":{"rendered":"<p><strong>Markus 1:40-45<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">I<\/span>man yang benar nampak dari sikap yang seimbang antara: meyakini kuasa\/kemampuan Tuhan dan mengakui\/tunduk kepada otoritas Tuhan. Meyakini kuasa Tuhan membuat orang percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan apapun juga&#8211;termasuk perkara-perkara yang mustahil. Pengakuan kepada otoritas Tuhan membuat orang menyadari, bahwa Tuhan bebas untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu&#8211;tidak ada yang bisa &#8220;mengharuskan&#8221; Tuhan.<\/p>\n<p><!--more-->Bahaya dari orang yang tidak memahami otoritas Tuhan: (1) sikap yang penuh <em>presumption<\/em>&#8211;memastikan\/mengharuskan Tuhan untuk bertindak; Tuhan dipahami seperti formula\/rumus&#8211;jika begini, maka pasti begitu; ekspresinya adalah keyakinan yang membabi-buta, Tuhan &#8220;pasti&#8221; akan melakukan\/memberikan apapun yang diminta\/diinginkan; (2) sibuk mencari dosa\/kesalahan yang menghalangi kuasa Tuhan, atau merasa imannya kurang kuat atau kurang sunggung-sungguh dalam meminta, sehingga &#8220;tidak sanggup menggerakkan&#8221; hati Tuhan untuk bertindak.<\/p>\n<p>Orang berpenyakit kusta ini menunjukkan iman yang benar: ia percaya bahwa Yesus sanggup untuk mentahirkan sakitnya, tetapi ia juga sadar bahwa keputusan itu ada di tangan Yesus&#8211;apakah Ia mau atau tidak mau untuk mentahirkannya. Karena itu, sekalipun ia memiliki kepercayaan yang kuat akan kuasa Yesus, ia datang dengan berlutut, merendahkan diri, memohon belas kasihan-Nya, agar Yesus mau untuk mentahirkannya.<\/p>\n<p>Karena itu, iman harus memiliki dasar, yaitu: kehendak Tuhan. Keyakinan saya bahwa Tuhan berkuasa melakukan segala sesuatu tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya dasar iman. Yang lebih penting adalah: saya mengetahui apa kehendak Tuhan atas perkara yang sedang saya hadapi\/gumulkan. Berdasar kehendak Tuhan itulah, saya berani untuk meminta dan meyakini bahwa Tuhan akan melakukannya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, ada perkara-perkata yang Tuhan belum menyatakan kehendak-Nya dengan jelas. Apakah itu berarti saya tidak boleh percaya dan meminta pertolongan-Nya? Tetap saya akan datang meminta pertolongan Tuhan, dengan sikap sebagaimana Si Kusta itu: merendahkan diri dan memohon, &#8220;Kalau Tuhan mau, Tuhan bisa menolong saya. Tolonglah saya.&#8221; Dan terbuka dan menerima dengan rendah hati dan penundukkan diri apapun jawaban Tuhan: apakah Ia mau mengerjakannya atau tidak.<\/p>\n<p><strong>Penerapan<\/strong><br \/>\n(1) Berjuang melawan sikap presumption yang saya miliki tentang Tuhan: karena Tuhan Mahakuasa, dan saya adalah umat-Nya, maka Tuhan pasti melakukan apapun yang saya minta.<br \/>\n(2) Menempatkan diri di bawah otoritas Tuhan: merendahkan diri, memohon belas kasihan agar Tuhan berkenan untuk melakukan apa yang saya minta kepada-Nya.<\/p>\n<p>Views: 49<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Markus 1:40-45 man yang benar nampak dari sikap yang seimbang antara: meyakini kuasa\/kemampuan Tuhan dan mengakui\/tunduk kepada otoritas Tuhan. Meyakini kuasa Tuhan membuat orang percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan apapun juga&#8211;termasuk perkara-perkara yang mustahil. Pengakuan kepada otoritas Tuhan membuat orang &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2277\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[31,40,9],"tags":[],"class_list":["post-2277","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-markus","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2277"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2278,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2277\/revisions\/2278"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}