{"id":2130,"date":"2023-05-12T04:01:00","date_gmt":"2023-05-11T21:01:00","guid":{"rendered":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2130"},"modified":"2024-03-11T09:46:19","modified_gmt":"2024-03-11T02:46:19","slug":"berpihak-kepada-kebenaran-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2130","title":{"rendered":"Berpihak Kepada Kebenaran Tuhan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Mazmur 101:1-8<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">D<\/span>aud menyatakan posisinya di pihak TUHAN. TUHAN yang memberi kasih karunia (chesed) dan TUHAN yang menegakkan hukum\/keadilan (mishpat). Dua sisi mata uang: kasih karunia dan penegakan hukum dan keadilan. Tanpa kasih karunia, siapa yang bisa layak di hadapan Tuhan&#8211;karena tak ada seorangpun yang bisa memenuhi standar hukum Tuhan dengan sempurna. Tanpa hukum, manusia akan hidup liar, hukum rimba, orang jahat akan merajalela tanpa ada konsekuensi apa-apa.<\/p>\n<p><!--more-->Daud, yang mengenal dan menyembah Tuhan yang berkasih karunia dan menegakkan hukum itu, memiliki hidup yang sesuai sifat Tuhan yang dikenal dan disembahnya. Ini yang dilakukan oleh Daud:<br \/>\n(1) Memperhatikan hidup tak bercela, hidup dengan ketulusan hati&#8211;bersih lahir batin; tidak ada pikiran atau rancangan melakukan dosa\/kejahatan (ayat 2-4).<br \/>\n(2) Melawan dan menentang orang yang munafik, yang diam-diam mengumpat orang lain, dan tidak menyukai orang yang sombong dan tinggi hati (ayat 5)<br \/>\n(3) Daud mau bergaul dengan orang-orang yang setia, hanya mereka yang tak bercela yang boleh masuk dalam lingkaran hidupnya. Daud menolak orang licik dan pendusta (ayat 6-7).<br \/>\n(4) Daud secara aktif&#8211;karena ia adalah raja&#8211;membersihkan negerinya dari orang fasik dan orang yang melakukan kejahatan (ayat 8).<\/p>\n<p><strong>Penerapan<\/strong>:<br \/>\nTetap setia untuk taat kepada Tuhan. Menjaga hati nurani yang bersih. Tidak berkompromi dengan kejahatan atau mereka yang fasik dan berbuat jahat.<\/p>\n<p>Views: 42<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mazmur 101:1-8 aud menyatakan posisinya di pihak TUHAN. TUHAN yang memberi kasih karunia (chesed) dan TUHAN yang menegakkan hukum\/keadilan (mishpat). Dua sisi mata uang: kasih karunia dan penegakan hukum dan keadilan. Tanpa kasih karunia, siapa yang bisa layak di hadapan &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=2130\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,39,9],"tags":[],"class_list":["post-2130","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-mazmur","category-perjanjian-lama","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2130","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2130"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2130\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2131,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2130\/revisions\/2131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2130"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2130"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2130"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}