{"id":1926,"date":"2023-02-09T07:25:26","date_gmt":"2023-02-09T00:25:26","guid":{"rendered":"http:\/\/catatanmurid.org\/?p=1926"},"modified":"2024-03-11T09:46:58","modified_gmt":"2024-03-11T02:46:58","slug":"berseru-di-tengah-penderitaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=1926","title":{"rendered":"Berseru di Tengah Penderitaan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Mazmur 22:1-31<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">P<\/span>enderitaan yang sangat berat dialami oleh Pemazmur. Ia dianiaya oleh musuh-musuh yang buas dan tak berbelas kasihan. Penderitaannya menjadi tontonan dan bahan olok-olok di muka umum. Dan lebih berat lagi, ketika ia berseru kepada Tuhan, seolah-olah Tuhan telah meninggalkan dirinya dan tidak menjawab seruannya. Tetapi Pemazmur tidak kehilangan harapan&#8211;ia terus berseru kepada Tuhan; karena hanya Tuhan satu-satunya tempat di mana ia bisa pergi untuk mendapatkan pertolongan.<\/p>\n<p><!--more--><strong>Ayat 1-6<\/strong>. Seruan Pemazmur yang merasa ditinggalkan oleh Tuhan. Ia sudah berseru-seru kepada Tuhan, tetapi Tuhan tidak menjawab seruannya; Tuhan tetap jauh dan tidak menolongnya. Kondisi ini membuat Pemazmur sangat gelisah, sebab Tuhan itu adalah Allahnya, dan Tuhan selama ini selalu menjawab seruan dari umat-Nya. Tetapi mengapa sekarang Tuhan itu diam saja?<\/p>\n<p><strong>Ayat 7-19<\/strong>. Pemazmur mengungkapkan penderitaan dan kesesakan yang sedang dialaminya: (1) Ia diolok-olok dan dihina orang banyak&#8211;imannya kepada Tuhan menjadi bahan ejekan dan celaan; (2) Ia dikelilingi oleh musuh-musuh yang kuat dan ganas, tidak berbelas kasihan; (3) Musuh-musuhnya melukai dia, menelanjangi dia, di depan orang banyak, sehingga penderitaannya menjadi tontonan. Tidak hanya penderiaan jiwa, tetapi juga penganiayaan fisik.<\/p>\n<p><strong>Ayat 20-22<\/strong>. Di tengah penderitaan itu, sekalipun sepertinya Tuhan hanya diam saja, jauh, dan tidak memberikan pertolongan; Pemazmur terus berseru kepada Tuhan&#8211;meminta agar Tuhan melepaskannya dari musuh-musuhnya. Musuh-mushh yang buas dan kejam, digambarkan sebagai: anjing, singa, dan banteng&#8211;binatang yang berbahaya dan mematikan.<\/p>\n<p><strong>Ayat 23-26<\/strong>. Tindakan Pemazmur setelah Tuhan menyelamatkannya: (1) Pemazmur akan memasyurkan nama Tuhan kepada semua orang, bahwa Tuhan tidak memandang hina atau jijik kepada orang yang menderita, tetapi akan menolong ketika orang itu berteriak kepada-Nya; (2) Pemazmur akan membayar nazar di hadapan jemaat.<\/p>\n<p><strong>Ayat 27-31<\/strong>. Pemazmur melihat bahwa pengalamannya akan menjadi pelajaran bagi banyak orang untuk mengenal Tuhan: (1) orang-orang benar akan menyembah Tuhan; (2) dunia akan berbalik\/bertobat kepada Tuhan; (3) orang-orang sombong akan merendahkan diri dan berlutut di hadapan Tuhan; (4) anak-cucu akan beribadah kepada Tuhan dan mengajar generasi berikutnya&#8211;memberitakan keadilan Tuhan kepada bangsa yang akan lahir nantinya!<\/p>\n<p><strong>Penerapan<\/strong>:<br \/>\nMemuji Tuhan sebab Tuhan itu Allah yang setia&#8211;Ia tidak pernah meninggalkan atau membiarkan umat-Nya sendirian. Bahkan, ketika Ia mengijinkan ada penderitaan; penderitaan itu akan dipakai untuk menyatakan kemuliaan-Nya dan membuat orang dan generasi berikutnya mengenal Tuhan!<\/p>\n<p>Views: 37<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mazmur 22:1-31 enderitaan yang sangat berat dialami oleh Pemazmur. Ia dianiaya oleh musuh-musuh yang buas dan tak berbelas kasihan. Penderitaannya menjadi tontonan dan bahan olok-olok di muka umum. Dan lebih berat lagi, ketika ia berseru kepada Tuhan, seolah-olah Tuhan telah &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=1926\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,39,9],"tags":[],"class_list":["post-1926","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-mazmur","category-perjanjian-lama","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1926","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1926"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1926\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1930,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1926\/revisions\/1930"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1926"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1926"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1926"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}