{"id":1634,"date":"2021-09-30T07:27:26","date_gmt":"2021-09-30T00:27:26","guid":{"rendered":"http:\/\/catatanmurid.org\/?p=1634"},"modified":"2024-03-11T09:38:12","modified_gmt":"2024-03-11T02:38:12","slug":"merespons-undangan-sang-raja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=1634","title":{"rendered":"Merespons Undangan Sang Raja"},"content":{"rendered":"<p><strong>Matius 22:1-14<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">T<\/span>uhan Yesus mengajarkan satu perumpamaan lagi tentang Kerajaan Allah, dan di akhir perumpamaan itu, Ia menyatakan &#8220;Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih&#8221; <strong>(ay 14<\/strong>). <em>For many are invited, but few are chosen<\/em> (NIV). Dipanggil = <em>claytos, invited, appointed<\/em>, diundang, ditunjuk. Dipilih = <em>elektos, by implication favorite<\/em>; dipilih karena diperkenan, dikasihi.<\/p>\n<p><!--more-->Perumpamaan itu menggambarkan seorang raja yang mengadakan pesta kawin bagi anaknya. Ia sudah mengundang banyak orang, dan ketika pesta siap digelar, ia mengutus hamba-hambanya untuk mendatangi para undangan itu dan mengatakan agar mereka datang. Tetapi, para undangan itu menolak untuk datang.<\/p>\n<p>Kemudian, sang raja kembali mengutus hamba-hambanya mendatangi para undangan itu. Tidak hanya untuk memanggil, tetapi juga mempersuasi, dengan menjelaskan dengan detil semua hal yang sudah disiapkan (jamuan makan, lembu jantan dan ternak yang sudah disembelih).<\/p>\n<p>Tetapi para undangan itu tidak mengindahkannya. Ada yang mengabaikan: pergi ke ladang atau mengurus usahanya. Ada yang melawan dan melakukan kekerasan kepada hamba-hamba itu: menangkap, menyiksa, dan membunuh mereka.<\/p>\n<p>Maka, raja itu menjadi murka dan menyuruh pasukannya ke sana&#8211;kepada para undangan itu untuk membinasakan para pembunuh itu dan membakar kota mereka.<\/p>\n<p>Perumpamaan ini menggambarkan kesabaran dan kemurahan hati Tuhan, tetapi juga keadilan dan murka-Nya, ketika manusia mengabaikan, bahkan melawan undangan kasih karunia yang diberikan-Nya kepada mereka. Kemurahan Tuhan nampak pada usaha-Nya untuk berlaki-kali mengundang orang untuk masuk ke dalam Kerajaan-Nya: memanggil, &#8220;membujuk&#8221;, mengirim hamba-hambanya menemua secara pribadi satu persatu.<\/p>\n<p>Tetapi, ketika undangan kasih karunia yang berkali-kali diberikan itu tidak diindahkan, dan justru beberapa orang melakukan perlawanan dan menunjukkan sikap permusuhan dengan menganiaya hamba-hamba-Nya, maka Tuhan menyatakan muirka dan menjatuhkan hukuman-Nya dengan membinasakan mereka yang menolak undangan-Nya.<\/p>\n<p>Perumpamaan ini juga memberi gambaran sikap manusia dalam merespons undangan Tuhan. Dalam konteks ini, orang-orang itu mewakili orang Yahudi&#8211;yang sudah mendapat undangan, sudah memiliki perjanjian dengan Tuhan; tetapi mereka tidak mau menepati perjanjian mereka dengan Tuhan. Ada dua sikap yang disebut: (1) mengabaikan\/menyepelekan\/menganggap sepi (indifference); dan (2) melawan\/memusuhi Tuhan.<\/p>\n<p>Mereka sudah mendapat undangan, mereka sudah memiliki perjanjian dengan Tuhan. Tetapi, karena mereka menolak untuk menepati perjanjian itu, baik karena tidak peduli atau karena melawan\/memusuhi; maka mereka tidak dipilih untuk masuk ke dalam Kerajaan Tuhan, dan mereka akan binasa.<\/p>\n<p><strong>Penerapan<\/strong><br \/>\nTuhan setia dengan perjanjian-Nya. Tetapi, saya memiliki bagian tanggung jawab dalam perjanjian itu, yang kalau tidak saya penuhi, maka janji Tuhan tidak tergenapi.<br \/>\nApakah saya menanggapi panggilan\/undangan Tuhan dengan sukacita dan bersegera datang? Ataukah saya mengabaikan\/menganggap tidak penting atau bahkan melawan\/ menolak panggilan-Nya?<\/p>\n<p>Views: 56<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matius 22:1-14 uhan Yesus mengajarkan satu perumpamaan lagi tentang Kerajaan Allah, dan di akhir perumpamaan itu, Ia menyatakan &#8220;Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih&#8221; (ay 14). For many are invited, but few are chosen (NIV). Dipanggil = claytos, invited, &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=1634\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30,40,9],"tags":[],"class_list":["post-1634","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-matius","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1634","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1634"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1634\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1724,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1634\/revisions\/1724"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1634"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1634"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}