{"id":1579,"date":"2021-07-05T06:06:04","date_gmt":"2021-07-04T23:06:04","guid":{"rendered":"http:\/\/catatanmurid.org\/?p=1579"},"modified":"2024-03-11T09:38:23","modified_gmt":"2024-03-11T02:38:23","slug":"penyebab-penolakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=1579","title":{"rendered":"Penyebab Penolakan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Matius 13:53-58<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">T<\/span>uhan Yesus datang ke Nazaret dan mengajar di dalam rumah ibadat. Respons dari orang-orang Nazaret adalah: mereka kecewa dan menolak dia <em>(skandalidzo<\/em>); mereka tidak percaya kepada-Nya, tidak bisa percaya dan menerima bahwa Ia adalah Mesias. Karena itu Tuhan Yesus tidak mengerjakan banyak mujizat di Nazaret.<\/p>\n<p><!--more-->Respons penduduk Nazaret ketika mendengar Tuhan Yesus mengajar. Mula-mula mereka takjub (<em>ekplesso<\/em>: <em>to strike with amazement<\/em>)&#8211;ketakjuban yang besar dan mendadak, dalam Complete Word Study Dictionary diuraikan: &#8220;<em>to strike out, force out by a blow, but found only in the sense of knocking one out of his senses or self-possession<\/em>.&#8221; Ketakjuban yang sangat besar sehingga membingungkan&#8211;tidak bisa menerima dengan akal.<\/p>\n<p>Proses berpikir penduduk Yerusalem nampak dalam pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan: Darimana Orang ini mendapatkan semua hikmat dan mujizat? Bukankah dia Anak si tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria? Bukankah saudara-saudara-Nya bernama ini dan itu? Bukankah keluarga-Nya masih tinggal di tengah-tengah mereka di Nazaret? Lalu dari mana Ia mendapat semua itu?<\/p>\n<p>Mereka merasa mengenal Tuhan Yesus, karena sekitar 28 tahun Tuhan Yesus tinggal di Nazaret, sejak masih sangat kecil. Mereka merasa mengenal latar belakang-Nya, mengenal keluarga-Nya, mengenal profesi ayah-Nya. Pengenalan itu membuat mereka sulit untuk menerima bahwa Tuhan Yesus sekarang memiliki hikmat dan kuasa melakukan mujizat. Pengenalan (<em>familiarity<\/em>) bisa membuat ornag tidak menghargai sesuatu\/seseorang yang istimewa.<\/p>\n<p>Penduduk Nazaret melihat hikmat-Nya dan kuasa-Nya, dan menjadi takjub karena hal itu. Tetapi ketakjuban itu tidak membuat mereka percaya, justru membuat mereka menolak Tuhan Yesus&#8211;karena mereka tidak bisa menjawab pertanyaan, atau mereka tidak mau menerima kenyataan bahwa hikmat dan kusa itu dimiliki Tuhan Yesus karena Ia adalah Nabi atau Mesias. Seolah penduduk Nazaret berkata: &#8220;Mesias bagaimana? Nabi apa? Wong saya tahu masa kecilnya, kok. Saya tahu keluarganya, kok. Dan Ia dan keluarganya itu ya sama seperti kita. Tidak mungkin Ia adalah Mesias.&#8221;<\/p>\n<p>Warren Wiersbe menuliskan: &#8220;<em>What caused the people to doubt Him? They were too familiar with Him in a human way, for He had grown up in their midst. It was a case of knowing Him after the flesh (see 2 Cor 5:16) and not having the spiritual discernment that God gives to those who will yield to Him (Mat. 11:25-30). These people walked by sight and not by faith.<\/em>&#8221;<\/p>\n<p>Familiarity, pengenalan, atau kedekatan dapat menjadi penghalang seseorang untuk percaya kepada kuasa dan pekerjaan Tuhan melalui orang lain yang dikenal baik; dan akhirnya kehilangan kesempatan untuk mengalami kuasa Tuhan. Apalagi, ketika orang lain itu usianya lebih muda, pernah dilayani\/dipimpin, atau diketahui latar belakang dan masa lalunya. Dan berdasarkan pengenalan itu, seseorang lalu menyimpulka: &#8220;tidak mungkin Tuhan memakai dia, karena saya tahu siapa dia.&#8221;<\/p>\n<p><strong>Penerapan<\/strong><br \/>\nBerdoa meminta kerendahan hati untuk belajar dan menerima pelayanan dari siapapun yang Tuhan pakai; meminta hati yang tidak merendahkan\/menolak orang lain berdasar pengenalan\/pengetahuan tentang orang itu&#8211;karena Tuhan bisa memakai siapa saja untuk menjadi saluran kuasa dan pekerjaanNya.<\/p>\n<p>Views: 47<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matius 13:53-58 uhan Yesus datang ke Nazaret dan mengajar di dalam rumah ibadat. Respons dari orang-orang Nazaret adalah: mereka kecewa dan menolak dia (skandalidzo); mereka tidak percaya kepada-Nya, tidak bisa percaya dan menerima bahwa Ia adalah Mesias. Karena itu Tuhan &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=1579\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30,40,9],"tags":[],"class_list":["post-1579","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-matius","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1579","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1579"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1579\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1581,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1579\/revisions\/1581"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1579"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1579"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1579"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}