{"id":142,"date":"2011-09-07T14:59:10","date_gmt":"2011-09-07T07:59:10","guid":{"rendered":"http:\/\/waktuteduh.wordpress.com\/?p=58"},"modified":"2024-03-11T09:37:33","modified_gmt":"2024-03-11T02:37:33","slug":"grief-management","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=142","title":{"rendered":"Stress Management"},"content":{"rendered":"<p>Bahan bacaan: <a title=\"Lukas 22:39-53\" href=\"http:\/\/sabdaweb.sabda.org\/passages\/?p=luk+22%3A39-53\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Lukas 22:39-53<\/strong><\/a>.<\/p>\n<p>Saya tidak bisa menghindari dukacita, kekuatiran, ketakutan, dan perasaan tertekan. Hanya di dalam hadirat Allah yang kekal kelak, semua itu akan berakhir: &#8220;Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu&#8221; (Wahyu 21:4). Lukas mencatat peristiwa di mana <em>stress management<\/em> yang keliru ternyata membawa konsekuensi yang serius.<!--more--><\/p>\n<p>Tuhan Yesus sedang tertekan. &#8220;Ia sangat ketakutan &#8230; Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah&#8221; (ayat 44). Injil lain\u00a0 mencatat permintaan-Nya untuk ditemani oleh para murid: &#8220;Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.&#8221; (Matius 26:38).<\/p>\n<p>Di dalam dan karena tekanan kesedihan dan ketakutan itu, Yesus tersungkur ke tanah dan berseru kepada Bapa-Nya. Ia membawa kondisi-Nya di dalam doa. Tidak hanya sekali, namun beberapa kali. Sampai akhirnya, Ia keluar dari pergumulan-Nya sebagai seorang Pemenang. Persoalan-Nya tidak berlalu, cawan itu tetap harus diminum-Nya. Tetapi, sekarang tak ada lagi kegalauan dan ketakutan. Yang tinggal adalah ketetapan hati dan penyerahan diri untuk taat kepada kehendak Bapa-Nya.<\/p>\n<p>Murid-murid juga sedang berduka. Tidak dicatat dengan jelas penyebab maupun seberapa kuat kedukaan itu. Yang jelas, di taman itu, malam itu, Tuhan Yesus &#8220;mendapati mereka sedang tidur karena dukacita&#8221; (ayat 45). Padahal sebelumnya Tuhan Yesus sudah mengatakan &#8220;Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan&#8221; (ayat 40).<\/p>\n<p>Konsekuensinya: saat penangkapan Yesus (yang adalah kehendak Bapa) terjadi, para murid tergagap. Tidak tahu mengambil sikap. Dan ketika akhirnya sebuah tindakan diambil, tindakan itu ternyata merupakan respon yang salah. Ada <em>collateral damage<\/em>, kerusakan yang tak perlu terjadi. Teguran Tuhan yang didapat.<\/p>\n<p>Bagaimana saya mengelola tekanan, kedukaan, dan ketakutan saya selama ini? Menggunakan tidur dan &#8216;obat bius&#8217; lainnya untuk sejenak melupakan, dan berharap persoalan akan berlalu dengan sendirinya? Ataukah saya membawanya di dalam doa, menyerukan beban hati saya dan meminta kekuatan dan kelepasan dari Bapa?<\/p>\n<p>Views: 47<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bahan bacaan: Lukas 22:39-53. Saya tidak bisa menghindari dukacita, kekuatiran, ketakutan, dan perasaan tertekan. Hanya di dalam hadirat Allah yang kekal kelak, semua itu akan berakhir: &#8220;Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=142\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,40,9],"tags":[],"class_list":["post-142","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lukas","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/142","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=142"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/142\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2651,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/142\/revisions\/2651"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=142"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=142"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=142"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}