{"id":1412,"date":"2020-12-11T09:15:09","date_gmt":"2020-12-11T02:15:09","guid":{"rendered":"http:\/\/catatanmurid.org\/?p=1412"},"modified":"2024-03-11T09:34:36","modified_gmt":"2024-03-11T02:34:36","slug":"hidup-sepadan-panggilan-nya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=1412","title":{"rendered":"Hidup Sepadan Panggilan-Nya"},"content":{"rendered":"<p><strong>Efesus 4:1-16<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">P<\/span>aulus menasehati jemaat agar hidup sepadan\/layak dengan panggilan di dalam Kristus, agar menjaga kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera. Upaya menjaga kesatuan itu dengan sikap rendah hati, lemah lembut, ketekunan, dan kesabaran\/toleransi satu sama lain (ayat 1-3). Paulus memberi tekanan bahwa jemaat adalah satu kesatuan (ayat 4-6): satu tubuh, satu Roh, satu panggilan, satu Tuhan, satu iman, satu babtisan, satu Allah Bapa (bagi semua, di atas semua, melalui semua, dan di dalam semua).<\/p>\n<p><!--more--><strong>Rendah hati<\/strong>: <em>humility, lowliness of mind, the esteeming of ourselves small, inasmuch as we are so, the correct estimate of ourselves<\/em>. <strong>Lemah lembut<\/strong>: <em>meekness, mildness; it is the acceptance of God&#8217;s dealings with us considering them as good; in the Greek language, this word was used for a soothing medicine, a colt that had been broken, and a soft wind. In each case you have power, but that power is under control<\/em>. <strong>Kesabaran:<\/strong> <em>forbearance, long-suffering, self-restraint before proceeding to action; the quality of a person who is able to avenge himself yet refrains from doing so;\u201clong-tempered,\u201d the ability to endure discomfort without fighting back<\/em>.<\/p>\n<p>Basis kesatuan adalah: (1) semua dipanggil menjadi umat Allah melalui iman yang sama kepada Kristus; (2) semua memiliki posisi\/kedudukan yang sama di hadapan Allah di dalam jemaat. Unity and equality; (3) semua punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga kesatuan.<\/p>\n<p>Tetapi, Paulus mengatakan bahwa di dalam kesatuan itu ada keberagaman, karena masing-masing orang diberi karunia (charis) sesuai kemurahan (juga berarti kedaulatan) Kristus kepadanya. Kristuslah sumber karunia bagi masing-masing orang percaya, ada jenis-jenis karunia: sebagai rasul, nabi, penginjil, gembala, dan pengajar. Tujuannya: melengkapi jemaat untuk melayani dalam rangka pembangunan tubuh Kristus (ayat 7-12).<\/p>\n<p>Tujuan pelayanan dan pembangunan tubuh Kristus itu adalah: (1) seluruh jemaat mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah; (2) kedewasaan penuh; (3) tingkat pertumbuhan sesuai kepenuhan Kristus. Jemaat yang dewasa itu akan kokoh, tidak terombang-ambing oleh berbagai angin pengajaran dan tipu daya ajaran manusia, tetapi teguh berpegang kepada kebenaran dan terus bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus (ayat 13-15).<\/p>\n<p>Paulus mengulang lagi prinsip bahwa setiap anggota jemaat memiliki peran masing-masing sesuai karunia yang diberikan Kristus yang harus dijalani dan dilakukan untuk bersama-sama membangun tubuh Kristus (ayat 16).<\/p>\n<p>Ada dua perintah utama: (1) menjaga kesatuan tubuh Kristus; dan (2) lakukan bagianmu untuk membangun tubuh Kristus.<br \/>\nModalnya adalah: (1) karya Kristus yang telah mempersatukan; (2) karunia-karunia yang sudah diberikan kepada maisng-masing anggota jemaat. Sikap yang harus dimiliki: (1) kasih, kerendahan hati, ketekunan\/kesabaran\/toleran satu sama lain; (2) memahami karunia dan tekun mengerjakan pelayanan berdasar karunia itu. Tujuannya: bukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk kepentingan seluruh Tubuh Kristus (kesatuan dan pertumbuhan).<\/p>\n<p>Views: 81<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Efesus 4:1-16 aulus menasehati jemaat agar hidup sepadan\/layak dengan panggilan di dalam Kristus, agar menjaga kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera. Upaya menjaga kesatuan itu dengan sikap rendah hati, lemah lembut, ketekunan, dan kesabaran\/toleransi satu sama lain (ayat 1-3). Paulus &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=1412\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26,40,9],"tags":[],"class_list":["post-1412","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-efesus","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1412","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1412"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1412\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1413,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1412\/revisions\/1413"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}