{"id":1376,"date":"2021-01-09T09:24:26","date_gmt":"2021-01-09T02:24:26","guid":{"rendered":"http:\/\/catatanmurid.org\/?p=1376"},"modified":"2024-03-11T09:39:07","modified_gmt":"2024-03-11T02:39:07","slug":"tersandung-injil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=1376","title":{"rendered":"Tersandung Injil"},"content":{"rendered":"<p><strong>Roma 9:1-33<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"dropcap\">B<\/span>erita Injil menjadi batu sandungan bagi orang Yahudi, sebab mereka tidak bisa menerima bahwa: orang (siapapun dia&#8211;Yahudi atau non-Yahudi) dibenarkan bukan karena memiliki dan berusaha mentaati Hukum Tuhan, tetapi dibenarkan karena iman. Tidak hanya bagi orang Yahudi; tetapi semua agama di dunia ini tersadung pada perkara yang sama, karena semua agama mengajarkan bahwa keselamatan itu diperoleh melalui usaha manusia untuk memenuhi\/mentaati tuntutan tertentu.<\/p>\n<p><!--more-->Paulus terus-menerus bersedih, sampai-sampai rela untuk terpisah dari Kristus, demi orang-orang Yahudi. Paulus sangat mengasihi dan menghargai bangsanya. Paulus tahu bahwa bangsa Yahudi itu istimewa di hadapan Tuhan: diadopsi sebagai umat Tuhan, melihat kemuliaan Tuhan, memiliki perjanjian dengan Tuhan, menerima hukum Tuhan, memiliki Bait Suci dengan segala ritualnya, memiliki janji-janji Tuhan, dan merupakan leluhur Kristus secara daging (ayat 1-5).<\/p>\n<p>Paulus sendiri ditolak oleh kebanyakan orang Yahudi, karena ia dianggap sebagai pengkhianat agama Yahudi. Ia melayani orang-orang bukan Yahudi, mengajarkan bahwa keselamatan bukan karena melakukan Hukum Taurat. Bahkan orang-orang Yahudi berkali-kali berusaha untuk membunuhnya. Tetapi semua itu tidak membuat Paulus membenci bangsanya; Paulus mencintai bangsanya dan memperjuangkan keselamatan mereka. Pertanyaan yang ingin dijawab oleh Paulus adalah: apakah karya keselamatan Kristus yang diterima dengan iman itu berarti Allah mengingkari perjanjiannya dengan bangsa Yahudi (bangsa Israel).<\/p>\n<p>Paulus menjelaskan bahwa pilihan Allah atas bangsa Israel itu tidak berubah. Paulus menunjukkan bahwa sejak awal Tuhan sudah menentukan pilihan: memilih Abraham, memilih Ishak ketimbang Ismael, memilih Yakub ketimbang Esau. Allah berdaulat memilih siapa yang akan menerima kemurahan dan belas kasihanNya (ayat 6-18). Pertanyaannya: Apakah ini berarti Allah tidak adil? Jawabannya adalah: manusia tidak punya kapasistas untuk menilai Allah&#8211;sebab Allah itu Pencipta, manusia itu ciptaan. Manusia murtahil memahami dengan sempurna pemikiran Allah (ayat 19-21).<\/p>\n<p>Paulus berargumen bahwa tindakan pemilihan oleh Allah itu bagian dari rencanaNya yang agung bagi keselamatan seluruh umat manusia&#8211;tidak hanya orang Yahudi saja. Paulus mengutip kitab Hosea dan Yesaya yang menyatakan bahwa: (1) orang bukan Israel dipanggil menjadi umatNya; dan (2) tidak semua orang Israel diselamatkan. Karena dasar keselamatan\/pembenaran bukanlah dari status atau ketaatan, tetapi iman. Persoalan orang Yahudi adalah: mereka tidak &#8220;mengejar&#8221; keselamatan dengan iman, tetapi dengan usaha mentaati hukum Tuhan (ayat 22-32).<\/p>\n<p>Berbahagialah orang yang mendapat pencerahan dari Tuhan, sehingga mengerti kebenaran Injil dan percaya! Mereka yang beriman kepada Kristus tidak akan kecewa, sebab memang itulah jalan keselamatan yang satu-satunya! (ayat 33).<\/p>\n<p>Views: 58<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Roma 9:1-33 erita Injil menjadi batu sandungan bagi orang Yahudi, sebab mereka tidak bisa menerima bahwa: orang (siapapun dia&#8211;Yahudi atau non-Yahudi) dibenarkan bukan karena memiliki dan berusaha mentaati Hukum Tuhan, tetapi dibenarkan karena iman. Tidak hanya bagi orang Yahudi; tetapi &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=1376\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[40,25,9],"tags":[],"class_list":["post-1376","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-perjanjian-baru","category-roma","category-saat-teduh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1376","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1376"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1376\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1392,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1376\/revisions\/1392"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1376"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1376"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1376"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}