{"id":1271,"date":"2020-08-28T21:02:22","date_gmt":"2020-08-28T14:02:22","guid":{"rendered":"http:\/\/catatanmurid.org\/?p=1271"},"modified":"2024-03-11T09:39:45","modified_gmt":"2024-03-11T02:39:45","slug":"sang-pengkhianat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=1271","title":{"rendered":"Sang Pengkhianat"},"content":{"rendered":"<p><strong>Yohanes 13:18-30<\/strong><\/p>\n<p>Yudas Iskariot adalah &#8220;rasul&#8221; yang menyerahkan Tuhan Yesus kepada para pemuka agama. Ia merupakan bendahara yang memegang keuangan, berarti selama ini ia menunjukkan kesan hidup yang baik dan dapat dipercaya oleh murid-murid yang lain. Sampai saat-saat terakhir Yudas bersama mereka, tidak ada satupun murid-murid yang mengira bahwa Yudas akan berkhianat.<\/p>\n<p><!--more-->Tuhan Yesus sudah tahu bahwa Yudas yang akan menyerahkan Diri-Nya. Tuhan Yesus sudah tahu bahwa Yudas, sekalipun tekun mengikut Dia, dan terpilih menjadi salah satu rasul, tidak benar-benar percaya kepada-Nya (Yoh 6:64, 70). Tuhan Yesus tidak pernah membuka kedok Yudas. Hanya pada malam terakhir itu, Ia memberi petunjuk yang jelas hanya kepada Yohanes, sementara murid-murid yang lain tidak ada yang diberitahu. Dalam catatan Matius (26:25), setelah Tuhan Yesus menyatakan bahwa salah seorang dari mereka adalah penghianat, Yudas ikut bertanya: &#8220;Bukan aku, ya Rabi?&#8221;, padahal ia sudah membuat kesepakatan dengan imam-imam kepala untuk menyerahkan Tuhan Yesus (Mat. 26:14-16).<\/p>\n<p>Kalau Tuhan Yesus sudah tahu bahwa Yudas tidak sungguh-sungguh percaya kepada-Nya dan bahkan akan menyerahkan-Nya, mengapa Tuhan Yesus tetap membiarkan Yudas bersama-sama mereka? Mengapa Tuhan Yesus tidak membuka siapa Yudas kepada murid-murid yang lain? Perlakuan Tuhan Yesus kepada Yudas tidak berbeda dengan kepada murid-murid yang lain.<\/p>\n<p>Apa yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus untuk Yudas? Memilih dia untuk menjadi murid yang mendapat latihan khusus, mengijinkan Yudas mendengar pengajaran-pengajaran khusus, dan memiliki pengalaman-pengalaman ajaib yang tidak dialami orang lain. Sampai saat-saat terkahir, Tuhan Yesus menunjukkan kasih-Nya kepada Yudas: memberi peringatan bahwa Ia sudah tahu akan potensi pengkhianatan Yudas, menempatkan Yudas duduk di sebelah-Nya, dan memberikan roti yang dicelup&#8211;tanda kasih dan persahabatan.<\/p>\n<p>Apa yang dipikirkan Yudas? Apa yang berkecamuk di dalam hatinya? Sebagai orang yang memang punya niat untuk berkhianat, bagaimana perasaannya ketika Tuhan Yesus membasuh kakinya, menyampaikan kata-kata peringatan, dan memberikan roti itu kepadanya? Apakah justru itu membuat dia merasa tidak ada lagi jalan mundur&#8211;sudah kepalang basah, sudah ketahuan, maka sekalian dilanjutkan? Adakah dorongan dalam hati untuk berhenti dan bertobat?<\/p>\n<p>Beberapa kali dalam Alkitab disebutkan peran Iblis dalam pengkhianatan Yudas. Iblis sudah membisikan rencana jahat di dalam hati Yudas (Yoh 13:2), dan kemudian Iblis merasuki Yudas (Yoh 13:27)&#8211;menguasai Yudas sepenuhnya. Matius (27:3-5) mencatat bahwa setelah Tuhan Yesus ditangkap, Yudas menyadari tindakannya dan menyesal. Penyesalannya itu membuatnya memutuskan untuk menggantung diri.<\/p>\n<p>Mengapa Yudas sampai kepada titik yang sangat tragis? Pertama, karena ia tidak benar-benar percaya kepada Tuhan Yesus&#8211;belum &#8220;dimandikan&#8221;, belum lahir baru. Kedua, ia tidak bertobat dan mencari pertolongan Tuhan ketika benih-benih kejahatan itu muncul. Dosa ketidakjujuran, pencurian, dilakukannya terus, itu menjadi makin dalam dan makin besar, sehingga sampai kepada pengkhianatan.<\/p>\n<p>Saya memiliki potensi yang sama untuk melalui jalan yang ditempuh oleh Yudas. Tidak sungguh-sungguh percaya dan tunduk kepada Tuhan. Membiarkan dan menikmati dosa-dosa yang makin lama makin besar. Membuat hati nurani semakin tidak sensitif kepada dosa dan rasa bersalah. Apa yang harus dilakukan? (1) mengakui dosa; (2) memohon pertolongan Tuhan agar dibebaskan dari jerat dosa.<\/p>\n<p>Views: 33<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yohanes 13:18-30 Yudas Iskariot adalah &#8220;rasul&#8221; yang menyerahkan Tuhan Yesus kepada para pemuka agama. Ia merupakan bendahara yang memegang keuangan, berarti selama ini ia menunjukkan kesan hidup yang baik dan dapat dipercaya oleh murid-murid yang lain. Sampai saat-saat terakhir Yudas &hellip; <a href=\"https:\/\/catatanmurid.org\/?p=1271\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[40,9,12],"tags":[],"class_list":["post-1271","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-perjanjian-baru","category-saat-teduh","category-yohanes"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1271","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1271"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1271\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1272,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1271\/revisions\/1272"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/catatanmurid.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}