Iman: Menguatkan Diri dan Meneruskan Perlombaan

Ibrani 12:12-14

Ada waktunya–dan itu sebuah keniscayaan– orang percaya menjadi lemah karena diterpa kesulitan, penderitaan, dan pencobaan. Tetapi situasi dan kondisi itu tidak boleh dibiarkan–sebab akan membuat orang semakin lemah dan akhirnya tidak mencapai tujuan. Dengan anugerah Tuhan, orang percaya untuk menguatkan diri mereka, dan kembali masuk dan berlari di arena pertandingan iman. Terlalu lama berhenti akan makin melemahkan, tapi kembali ke dalam kancah pertandingan justru akan menguatkan.

Continue reading

Views: 5

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Iman: Menguatkan Diri dan Meneruskan Perlombaan

Tindakan Iman: Tekun Menjalani Displin Tuhan

Ibrani 12:4-11

Pada dasarnya manusia tidak menyukai dan akan selalu menolak penderitaan. Lagipula, apakah ada manusia normal yang mencari penderitaan? Sehingga respon kepada kesulitan dan penderitaan adalah: selalu negatif. Padahal, ada penderitaan yang harus diterima dan tidak bisa dihindari–bukan penderitaan sebagai akibat dari dosa, tetapi penderitaan yang dipakai Tuhan untuk mendidik anak-anak-Nya.

Continue reading

Views: 7

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Tindakan Iman: Tekun Menjalani Displin Tuhan

Sumber Ketekunan Iman: Memandang kepada Tuhan Yesus

Ibrani 12:2-3

Seorang pelari–tidak asal berlari–memfokuskan perhatiannya kepada: kemenangan yang ingin diraihnya. Ia tidak fokus kepada proses perjalanannnya, tetapi orientasinya adalah kepada medali atau piala yang tersedia di garis akhir–fokus kepada tujuan. Sesuatu yang menjadi fokus itu adalah yang memberi alasan kepadanya untuk berlari.
Apa yang harus dipandang dengan fokus? Tuhan Yesus! Tuhan Yesus adalah alasan dan kekuatan orang percaya untuk tekun berlari dalam iman.

Continue reading

Views: 12

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Sumber Ketekunan Iman: Memandang kepada Tuhan Yesus

Penerapan Iman: Tanggalkan Beban dan Tekun Berlari

Ibrani 12:1

Setelah menjelaskan bahwa karya Kristus lebih unggul daripada agama Yahudi, bahwa perjanjian baru dengan darah Kristus sebagai Korban Penebus Dosa lebih unggul dari sistem korban perjanjian lama, setelah mengajarkan bahwa iman kepada Kristuslah yang menyelamatkan ketimbang ritual agama–dikuatkan dengan bukti-bukti orang-orang yang hidup karena iman sejak awal mula sejarah manusia, penulis Ibrani memberikan petunjuk bagaimana seorang beriman menjalani hidup di tengah kesulitan atau penderitaannya.

Continue reading

Views: 12

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Penerapan Iman: Tanggalkan Beban dan Tekun Berlari

Iman: Percaya Tuhan Menyediakan yang Baik Menurut-Nya

Ibrani 11:32-40

Iman adalah percaya kepada Tuhan semustahil apapun situasinya dan seberat apapun konsekuensinya–termasuk tidak menerima/mengalami sendiri apa yang telah dijanjikan Tuhan–tapi janji itu pasti digenapi. Iman itu cukup ketika percaya bahwa Tuhan setia kepada janji-Nya, dan Tuhan berkuasa untuk melakukan apa yang telah Ia nyatakan. Terlalu mudah bagi Tuhan untuk melakukan semua yang dijanjikan-Nya; tetapi yang dicarinya adalah: apakah seseorang punya iman kepada-Nya.

Continue reading

Views: 17

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Iman: Percaya Tuhan Menyediakan yang Baik Menurut-Nya